Cara aman menggunakan produk perawatan kulit untuk ibu hamil dan menyusui

LANGIT7.ID-, Jakarta- – Wanita bisa jadi kurang percaya diri terhadap perubahan penampilan baru pada kulitnya selama hamil dan menyusui. Oleh karena itu, para wanita berusaha mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan perawatan kulit.

Kebanyakan produk perawatan kulit aman untuk ibu hamil dan menyusui karena produk perawatan kulit tidak mudah terserap ke dalam aliran darah. Keadaan ini tidak mengganggu kehamilan dan menyusui.

Demikian disampaikan pakar kesehatan kulit Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya, Nene Triastoti. Menurutnya, produk perawatan kulit yang tergolong dalam kategori aman adalah produk yang formulanya tidak terserap hingga lapisan kulit terdalam sehingga meminimalkan risiko pada janin.

Ia menekankan: Kehati-hatian harus dilakukan saat menggunakan perawatan kulit, terutama di area yang dapat diakses bayi, seperti leher dan dada.

“Jangan sampai produk perawatan kulit yang dioleskan pada area tersebut bersentuhan dengan kulit atau mulut bayi saat ibu sedang menggendong dan menyusui bayinya,” kata Nani.

Dr Unair Bagikan Tips Diagnosis Kanker Payudara, Simak Penjelasannya!

Menurutnya, penggunaan produk perawatan kulit oleh ibu hamil dan menyusui tidak dilarang, namun ada beberapa bahan perawatan kulit yang sebaiknya dihindari ibu hamil dan menyusui karena dapat menyebabkan risiko cacat lahir.

Nene menjelaskan berbagai jenis produk perawatan kulit yang sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Di bawah ini adalah daftar bahan perawatan kulit yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil dan menyusui.

Pertama, retinol.
Retinol adalah senyawa yang berasal dari vitamin A. Saat ini banyak produk perawatan kulit yang menyertakan retinol dalam produknya karena manfaatnya dalam mencerahkan kulit, mempercepat regenerasi kulit, mengendalikan pertumbuhan jerawat, merangsang pertumbuhan kolagen, dan menunda tanda-tanda penuaan.

Namun, wanita yang masih hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan retinol terlebih dahulu. “Karena retinol bekerja hingga jaringan kulit terdalam untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada bayi,” kata Nene yang juga seorang ahli kecantikan.

Kedua, asam salisilat.
Senyawa kimia ini dikenal bermanfaat dalam menekan produksi sebum, mengurangi jerawat, menghilangkan komedo, menghaluskan kulit, dan mencerahkan wajah.

Banyaknya manfaat asam salisilat membuat senyawa ini populer dan banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit, biasanya dalam bentuk serum, toner, atau sabun wajah. Tentu saja formula ini tidak disarankan oleh para ahli untuk ibu hamil dan menyusui.

Ketiga, hidrokuinon.
Hydroquinone biasa digunakan untuk merawat kulit yang mengalami hiperpigmentasi, sehingga kulit langsung cerah. Meski manfaatnya terlihat menggiurkan, hidrokuinon tidak boleh digunakan sembarangan, terutama oleh ibu hamil dan menyusui.

Hidrokuinon dapat terserap hingga ke jaringan kulit terdalam karena bekerja dengan cara menekan produksi enzim yang dapat menggelapkan kulit (melanin).

Selain ketiga zat di atas, ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya menghindari minoxidil yang biasa ditemukan pada serum penumbuh rambut, dan tretinoin yang sering digunakan untuk mengatasi jerawat.

Dijelaskannya: Penggunaan produk perawatan kulit untuk ibu hamil dan menyusui tidak dilarang. Namun, ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya membatasi produk perawatan kulit tertentu karena dapat meningkatkan risiko cacat lahir.

Dijelaskannya, Oleh karena itu, bagi para ibu yang ingin tetap menggunakan produk perawatan kulit selama hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memberikan pengobatan terbaik dan menghindari risiko berbahaya bagi ibu dan janin.

(prinsip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *