jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 14, 2024

Toba (JurnalPagi) – Sejalan dengan perkembangan teknologi dan digital, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah menyusun Konsep Strategi Keamanan Siber Nasional yang merupakan bagian integral dari ketahanan nasional.

Berbicara dalam acara Huawei Media Camp di Dell Institute of Technology, Ballij, Kabupaten Toba, Presiden BSSN Hinsa Siborian mengatakan, “Kami telah mengusulkan konsep strategi keamanan siber nasional terkait keamanan siber ini, yang kami harap akan ditandatangani oleh presiden segera.” Sumatera Utara, Kamis malam (8/12).

Hinsa mengatakan: Tujuan dibuatnya strategi keamanan siber nasional ini terutama untuk mewujudkan keamanan siber, melindungi sistem ekonomi digital nasional, serta meningkatkan kekuatan dan kemampuan keamanan siber yang handal dan berdaya tangkal.

Kemudian mengutamakan kepentingan nasional dan mendukung terciptanya ruang siber global yang terbuka, aman, stabil dan bertanggung jawab.

Hinsa melanjutkan, BSSN tidak bisa bergerak dan berjalan sendiri dalam pengamanan dunia maya nasional dan perlu sinergi dengan berbagai pihak. Pemangku kepentingan di bidang keamanan siber meliputi pejabat pemerintah, pelaku komersial, akademisi, dan masyarakat.

Hinsa menjelaskan sementara fokus area atau tujuan dalam strategi keamanan siber nasional ini meliputi tata kelola, manajemen risiko, kesiapsiagaan dan keamanan, perlindungan infrastruktur informasi kritis, kemandirian kriptografi nasional. peningkatan kapasitas, kapabilitas dan kualitas; kebijakan keamanan dunia maya; dan kerjasama internasional

Oleh karena itu, peran media massa sangat penting dalam mensosialisasikan bahaya serangan siber kepada masyarakat.

Menurut Hinsa, ancaman siber merupakan ancaman hybrid yang dapat berupa penguasaan informasi, spionase, bahkan sabotase.

Hinsa menjelaskan tentang sifat penyerangan ini, ada dua jenis penyerangan, yaitu serangan teknis dan serangan sosial. Ancaman teknis adalah yang menyerang sistem elektronik, termasuk dalam bentuk malware, DDoS, Phishingdan lain-lain.

Sementara itu, serangan sosial yang kurang berisiko termasuk propaganda hitam, separatisme, radikalisme, dan kejahatan dunia maya lainnya.

“Kita tahu kekuatan bangsa kita adalah persatuan, jadi kalau ada yang merusak itu pasti sangat berbahaya,” kata Hinsa.

Terkait hal itu, Handa berharap peran aktif media dalam mensosialisasikan bahaya serangan siber kepada masyarakat.

BSSN mendukung perempuan untuk memanfaatkan peluang karir di dunia maya

Menkominfo minta PSE siapkan tiga item untuk perkuat keamanan siber

BSSN Ungkap Ancaman Keamanan Siber di KTT G20

Koresponden: Sorianto
Diedit oleh: Aida Nurjahani