jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengingatkan pentingnya pengendalian kualitas.Kontrol kualitas(juga diterapkan oleh platform perdagangan elektronik (e-commerce) pada setiap barang yang diperdagangkan di pasar oleh pemilik toko online)Pasar) untuk perlindungan konsumen.

Pasalnya, permasalahan barang cacat atau rusak terus menjadi perhatian konsumen dunia usaha melalui sistem elektronik (PMSE) yang ditawarkan melalui platform pengaduan BPKN selama tahun 2020-2024.

“Padahal permasalahan barang rusak/cacat selalu menjadi perhatian kita. Sehingga hal ini perlu kita antisipasi. Kontrol kualitaskata Ketua Komisi 2 Komunikasi dan Edukasi BPKN Haru Sutadi dalam acara bertajuk “Urgensi Pemberdayaan Konsumen dalam Ekosistem Ekonomi Digital” di Kecamatan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut Heru, pelaku usaha terkadang tidak banyak berpikir saat mengirimkan barangnya ke konsumen.

BPKN-YLKI Minta BPOM Cantumkan Kandungan Bromat pada Air Minum Dalam Kemasan.

BPKN Ingatkan Pentingnya Literasi untuk Melindungi Risiko Digital

Sekalipun konsumen tidak menyukai produknya, pemilik toko online tetap bisa menukarnya dengan produk lain. “Terkadang masih ada orang yang berpikiran seperti itu,” kata Herro.

Namun hal ini agak bertolak belakang dengan strategi perlindungan konsumen nasional di Indonesia, dimana peningkatan kepatuhan pelaku usaha terhadap peraturan perlindungan konsumen dengan memantau barang atau jasa yang beredar di pasar merupakan strategi prioritas.

Barang atau jasa yang beredar di pasar harus memenuhi enam parameter produk, antara lain label, standar, metode penjualan, iklan atau promosi, klausul baku, dan layanan purna jual. Pelaku usaha juga diharapkan menyediakan layanan pengaduan konsumen yang mudah diakses.

“Persoalan refund masih akan ada pada tahun 2024, sekitar 25 dari total 59 pengaduan yang diterima BPKN pada tahun 2024. Kita berharap dengan adanya quality control (QC) yang diterapkan sebelum pengiriman dapat mengurangi jumlah pengaduan,” kata Herro.

Masyarakat yang mempunyai permasalahan dalam transaksi bisnis melalui sistem elektronik dapat menyampaikan permasalahannya untuk mediasi dan melalui saluran pengaduan dengan sejumlah saluran pengaduan yang disebut “153” (tanggal 15 bulan ketiga diperingati sebagai Hari Hak Konsumen Sedunia) Dukung BPKN untuk memulihkan konsumen hak. ).

Di antaranya aplikasi BPKN 153 di Playstore dan Appstore, WhatsApp 153-153-08153, dan Call Center 153.

Selama tahun 2023, BPKN mencatat kerugian konsumen yang dilaporkan melalui saluran pengaduan tersebut mencapai kurang lebih Rp 286 miliar. Sedangkan pada tahun 2024 (sampai 30 April 2024), kerugian konsumen yang dilaporkan mencapai sekitar Rp 89 miliar.

Kepala BPKN berharap RUU Perlindungan Hak Konsumen disetujui

BPKN: Akses Internet Bagian dari Hak Asasi Manusia

BPKN Siap Tindak Lanjuti Keluhan Penonton Konser BLACKPINK

Koresponden: Abdo Faisal
Editor: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024