BPJPH mengatakan sertifikasi halal penting untuk memberikan nilai tambah pada produk

JAKARTA (JurnalPagi) – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) menyebut perolehan sertifikasi halal penting bagi pengusaha karena bukan lagi sekedar soal agama, tapi bisa memberi nilai tambah pada suatu produk.

Halal bukan sekedar persoalan agama, karena bagi para pelaku bisnis, halal menjadi sebuah nilai, sebuah budaya, bahkan sebagian besar perusahaan menganggap halal sebagai reputasi perusahaannya. Merek Gambar “Untuk meningkatkan perluasan pasar, menghasilkan pendapatan dan sebagainya, maka ini penting,” kata Ketua BPJPH Mohammad Aqeel Irham dalam pertemuan di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikannya sekaligus mendorong seluruh pelaku usaha makanan dan minuman, termasuk usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) untuk segera mematuhi peraturan pemerintah termasuk sertifikasi Halal pada produknya sebelum 18 Oktober 2024.

Shopee Gandeng BPJPH Fasilitasi UKM Tersertifikasi Halal.

Agil juga menekankan kepada para pelaku usaha agar tidak menganggap sertifikat halal sebagai hambatan berusaha, namun meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkannya.

Menurutnya, sebagian besar konsumen di Indonesia adalah umat Islam yang mengonsumsi produk halal. Faktanya, “segel” halal sudah menjadi tren gaya hidup masyarakat Indonesia.

Halal juga dapat meningkatkan nilai tambah produk yang diproduksinya. Ditambahkannya: Oleh karena itu, halal bukanlah suatu hambatan dalam proses transaksi, atau tidak boleh dianggap sebagai hambatan, tetapi justru membantu pertumbuhan ekonomi sektor halal bahkan membantunya.

Wajib Sertifikasi Halal Tingkatkan Peluang Produk Amerika Masuk Pasar Muslim

Selain itu, Agil menekankan semakin meningkatnya arus global impor produk halal dari luar negeri. Perusahaan-perusahaan raksasa di luar negeri saat ini sedang berusaha melegalkan sertifikasi Halal dari negaranya agar bisa diakui di Indonesia, karena terdapat pasar Muslim yang besar.

Dengan masuknya produk halal impor, produk UMKM dalam negeri berpotensi besar kehilangan daya saing dan ditinggalkan konsumen, terutama produk halal lokal yang belum tersertifikasi.

Menko UKM: Tujuan Sertifikasi Halal untuk Melindungi Umat Islam.

Ada 41 negara yang mau bekerjasama dengan BPJPH untuk impor produk halal, sertifikat halal di sana pada Oktober 2024, mulai dari China, Jepang, Korea, India, Pakistan, Amerika, Brazil, Eropa dan masih banyak lagi. kata Agil.

Sertifikat wajib atau sertifikat halal dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja. Hal ini juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

BPJPH: Sertifikasi Halal Produk Impor untuk Perlindungan Masyarakat

BPJPH: Aturan sertifikasi halal wajib bagi UMKM sebelum 18 Oktober

Koresponden: Pamela Sakina
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *