BNPT: Tujuan gerakan teroris adalah merebut kekuasaan yang sah

Padahal, tindakan mereka sangat bertentangan dengan nilai-nilai asli agama apapun

Jakarta (JurnalPagi) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT) menyatakan bahwa gerakan teroris yang dilakukan oleh kelompok teroris bukanlah untuk misi perdamaian, melainkan sebagai upaya merebut atau merebut kekuasaan yang sah.

“Mereka adalah gerakan politik yang ingin merebut kekuasaan. Gerakan politik yang ingin berkuasa dengan memanipulasi, mendistorsi, dan mempolitisasi agama,” kata Brigadir Ahmed Norwakhid, Direktur Pencegahan BNPT RI. Webinar “Pencegahan Terorisme” di Jakarta, Sabtu.

Terakhir, kelompok ini ingin membuat pemerintahan agama menurut versinya (kelompok teroris). Artinya, kelompok teroris telah menggunakan agama sebagai alat untuk mencapai tujuan utamanya.

Dia berkata: Padahal, tindakan mereka bertentangan dengan nilai-nilai asli dari setiap agama.

BNPT: Kelompok ekstrimis menyalahgunakan internet untuk propaganda

Indonesia berharap OKI sepakat membentuk kelompok untuk melawan terorisme

Pada akhirnya, kata dia, terorisme yang diilhami paham radikal merupakan fitnah yang nyata dalam agama. Kelompok ini adalah musuh agama dan pemerintah. Karena perbuatannya dibajak hanya karena kekuasaan dan mengatasnamakan agama.

“Mereka disebut musuh negara karena melanggar kesepakatan yang sudah menjadi kesepakatan antara bangsa dan negara,” ujarnya.

Dijelaskannya, pelanggaran terhadap kesepakatan berarti anti pancasila dan anti kebhinekaan, yang pada dasarnya sudah menjadi ketetapan/kehendak Tuhan.

Dalam kesempatan itu, Brigjen Pol Norwich mengatakan bahwa radikalisme seperti virus dan bisa menjangkiti siapa saja, termasuk polisi.

Untuk mencegah meluasnya paham radikal, hal ini dapat dilakukan dengan menerbitkan narasi-narasi positif, menerbitkan nilai-nilai ketuhanan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebersahajaan dalam masyarakat dan agama.

“Moderasi beragama dan berbangsa adalah cara kita mencintai Pancasila, kebinekaan, NKRI termasuk mencintai UUD 1945,” imbuhnya.

Koresponden: Mohammad Zulfikar
Diedit oleh: Chandra Hamdani Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *