BMKG: Sebagian besar wilayah Republik Indonesia berpotensi kembali turun hujan

Jakarta (JurnalPagi) –

Berdasarkan peringatan cuaca awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan pantauan BMKG di Jakarta, Kamis, hujan lebat diperkirakan akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dengan 14 wilayah berstatus waspada akibat dampak hujan tersebut.

Adapun 14 daerah yang berstatus waspada adalah: Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

BMKG memperingatkan kemungkinan hujan lebat dan angin kencang di 25 provinsi

Sementara beberapa wilayah lainnya diperkirakan akan mengalami hujan sedang yang dapat disertai petir atau kilat, seperti wilayah Kupang dan Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT) serta wilayah Morwali dan Morwali Utara di Sulawesi Tengah.

Dengan data yang sama, BMKG memperkirakan beberapa wilayah lain hanya akan mengalami cuaca cerah dan berawan, seperti Provinsi Bali, DIY, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Barat.

Untuk wilayah DKI Jakarta, sebagian besar pagi hari akan mengalami langit berawan dan cuaca berawan secara bersamaan pada sore hari. Menjelang malam, beberapa wilayah Jakarta seperti Jakarta Selatan dan Timur diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Sebelumnya, Deputi Meteorologi BMKG Goswanto menjelaskan, Rabu (21/2), hasil analisis cuaca menunjukkan upaya kesiapsiagaan terhadap cuaca buruk yang berpotensi menimbulkan bencana meteorologi perlu ditingkatkan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Persiapan ini berlaku setidaknya hingga akhir Februari 2024, dengan rata-rata curah hujan tinggi berkisar 150 mm hingga 300 mm, bahkan mungkin lebih.

Hal ini berdasarkan laporan indeks ultraviolet (UV) sinar matahari yang dimuat di laman jejaring sosial Instagram @infobmkg.

Dalam laporan tersebut ditentukan gelombang sinar ultraviolet akan datang dari wilayah timur Indonesia hingga wilayah barat Indonesia. Puncak bahaya diperkirakan terjadi pada pukul 12.00 waktu setempat dengan tingkat 8-10 di darah pesisir dan laut.

Untuk itu, BMKG menganjurkan untuk meminimalkan paparan sinar matahari hingga pukul 16.00 waktu setempat, memakai pakaian pelindung, memakai kacamata hitam di luar ruangan, mengoleskan kembali tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam, dan menghindari permukaan terang seperti pasir dan air. Hal ini berdampak pada kesehatan kulit.

Koresponden: Hanna Devi Kinnarina Kaban
Redaktur: Endang Sukarelawati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *