BMKG meminta warga tidak membuat tenda pengungsian di bantaran sungai

Jakarta (JurnalPagi) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga untuk tidak mendirikan tenda pengungsian di titik rawan seperti bantaran sungai atau tepi lembah, karena berpotensi menimbulkan bahaya.

“Kami sudah memohon kepada Anda bahwa kami telah melihat tenda-tenda (pengungsi) di tanah, tolong jangan terlalu dekat ke tepi lembah,” kata Kepala BMKG Duikurita Karnavati dalam konferensi pers penanggulangan gempa Cianjur. Update yang bergabung dari Jakarta secara virtual, Kamis.

Titik rawan tersebut berpotensi longsor dan banjir bandang akibat gempa bermagnitudo 5,6 yang melanda wilayah Cianjur pada Senin (21/11), kata Duikurita.

Pemkot Surabaya kirimkan 1000 paket sembako untuk korban gempa Cianjur.

Permukaan bumi yang diguncang gempa menjadi tidak stabil. Kondisi ini diperparah dengan turunnya hujan, apalagi Sianjur beberapa hari ini diguyur hujan. Material tanah terangkut oleh air yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan longsor dan banjir.

Dia meminta agar tenda didirikan di tempat yang benar-benar aman seperti lapangan terbuka.

Ia mengatakan: “Jangan terlalu dekat dengan lereng, karena masih bisa tersapu oleh hujan yang akan menimbulkan longsoran atau getaran dan akhirnya runtuh, jadi berhati-hatilah dalam memilih tempat sementara.”

Menurutnya, imbauan ini bukan untuk meresahkan masyarakat, tetapi masyarakat harus lebih waspada dan hati-hati.

Dia berkata: Niat saya adalah agar orang-orang lebih damai karena gempa, gempa terus berlanjut, jadi ada getaran, tetapi mereka semakin lemah dan semakin lemah.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 272 orang meninggal dunia pada hari keempat pascagempa yang melanda Kabupaten Sianjur, Jawa Barat.

PMI Sumbar galang dana bantu korban gempa Sianjur

Sumbar kirim 1,5 ton rendang untuk korban gempa Sianjur

Angka ini bertambah satu setelah BNPB mengumumkan sehari sebelumnya, Rabu (23/11), bahwa 271 orang meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 5,6 pada Senin (21/11).

“Sejak jenazah Ibu Nining yang berusia 64 tahun ditemukan hari ini, kini ada 272 (korban meninggal dunia),” kata Kepala BNPB Suharyanto.

Menurut dia, dari 272 korban meninggal, 165 orang telah teridentifikasi identitasnya. Karena itu, kata dia, masih ada 107 jenazah yang masih dalam pemeriksaan identitas.

Koresponden: Asp Pharmacia
Editor: Endang Sukarelawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.