jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan empat provinsi di Indonesia harus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang terkena dampak badai tropis 92W.

Di Jakarta, Sabtu dini hari, BMKG mendeteksi badai tropis berkekuatan 92 watt di sekitar Filipina, membentuk zona konvergensi dari Laut Sulu hingga Filipina, menurut laporan dari www.bmkg.go.id.

Selain itu, pusat tekanan rendah juga terpantau di Laut Natuna yang membentuk zona konvergensi yang memanjang dari Aceh hingga Kepulauan Riau sehingga menyebabkan terbentuknya jet-jet rendah yang memanjang melintasi Laut China Selatan.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan tinggi gelombang laut di sekitar kawasan bibit badai tropis.

Berdasarkan prediksi yang dibuat berdasarkan dampak hujan di Indonesia terdapat daerah yang berpotensi terjadi bencana air dan meteorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir dan tanah longsor.

BMKG imbau warga DIY waspadai potensi badai petir
Waspadai cuaca buruk akibat bibit badai di Indonesia bagian timur

BMKG telah menetapkan status siaga di provinsi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat, berlaku hingga Minggu (11/12).

BMKG memprediksi hujan lebat disertai badai petir akan melanda sejumlah kota besar di Indonesia hari ini, antara lain Banda Aceh, Pekanbaru, dan Pang Kal Pinang.

Sementara itu, curah hujan sedang diperkirakan terjadi di Padang dan Palembang. Masyarakat di Bandar Lampung harus mewaspadai hujan disertai petir dan petir.

Untuk Pulau Jawa, hujan diperkirakan meliputi Semarang, Yogyakarta, dan Serang. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai hujan dan petir di wilayah Bandung.

BMKG meminta masyarakat mewaspadai hujan disertai petir dan petir untuk wilayah Tanjung Selor.

Wilayah Manado, Makassar, dan Palu diprediksi hujan lebat. Situasi yang sama mencapai wilayah Ambon.

Koresponden: Andy Firdos
Editor: Harry Subanto