Bisakah kopi diberikan kepada balita? – Berita Antara

JAKARTA (JurnalPagi) – Guru Besar Bidang Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Ali Khamsan, MS. Anak-anak terutama balita (balita) tidak dianjurkan untuk dikenalkan dengan kopi karena pencernaannya masih berkembang dan belum terbiasa dengan makanan yang seharusnya dimakan.

“Anak-anak kecil minum susu, jelas itu yang terbaik dan bergizi. Nanti minum kopi,” kata Profesor Ali dalam acara “Hari Gizi Nasional: Pentingnya Gizi Seimbang dalam Kehidupan Sehari-hari” bersama Nestlé Indonesia di Jakarta, Rabu. .

Keadaan ini bertentangan dengan anggapan masyarakat bahwa pemberian kopi pada anak adalah untuk menghindari paparan panas. Terkadang anak-anak diberikan satu atau dua tetes kopi, yang sebenarnya hanya untuk menunjukkan kebiasaan atau budaya. Namun sekali lagi, Profesor Ali tidak merekomendasikan praktik ini.

Dia berkata: Kopi mengandung antioksidan dan diuretik, yang dikatakan dapat menghilangkan batu dari tubuh, tetapi harus disertai dengan konsumsi air. Ketika seseorang remaja, dia menyambut minum kopi. Namun, ada risiko peningkatan tekanan darah sementara pada seseorang yang mengonsumsi kopi.

Menyatakan bahwa penderita tekanan darah harus menghindari kopi, katanya: Oleh karena itu, jika seorang anak menjadi kecanduan minum kopi, tekanan darahnya dapat meningkat secara bertahap hingga tiba-tiba menjadi tinggi ketika dia dewasa.

BKKBN Himbau Orang Tua Tak Coba Kopi Untuk Balita

Profesor Ali menambahkan: Mengingat belum ada penelitian yang dilakukan untuk menguji beberapa tanaman obat pada anak-anak, tanaman obat tidak boleh diperkenalkan kepada balita dengan imbalan tiga uang dengan kopi. Menurutnya, keadaan ini sering menjadi acuan seseorang untuk mengatakan bahwa anak-anak tidak boleh dikenalkan dengan tumbuhan terlebih dahulu.

Tapi pertanyaannya, apakah si kecil butuh kopi atau tidak. Di sini, jawaban singkatnya mungkin tidak.

Sementara itu, American Academy of Pediatrics (AAP), seperti disampaikan Healthline, menyatakan bahwa anak-anak dan bayi harus berusaha menghindari minuman berkafein. Pada tahun 2018, Academy menyimpulkan bahwa kafein tidak memiliki tempat dalam diet anak-anak.

Kafein dapat membuat seseorang merasa lebih waspada, segar, dan siap menangani daftar tugas yang panjang. Namun, tubuh bayi tidak dapat mentolerirnya dengan mudah dan jumlah yang lebih rendah dapat memengaruhi kinerjanya. Bayi dapat bereaksi terhadap kafein dengan gelisah, cemas, dan bahkan mungkin mengalami gejala seperti kolik.

Dokter Ingatkan Balita Perlu Kecukupan Protein Hewani

Jokowi merujuk konsultasi terkait kasus kopi susu untuk bayi

Kapolsek Rahor: Bantuan diberikan kepada ibu-ibu yang memberikan kantong kopi susu kepada bayi

Koresponden: Lia Vanadriani Santosa
Editor: Satyagraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *