jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Pemuka agama Budha Bante Damavudu mengatakan manusia harus berani mengakui adanya keserakahan dalam diri agar bisa berdamai dengan segala kondisi kehidupan.

“Jadi yang perlu kita sadari sebagai manusia adalah dalam hidup ini, kita sebagai manusia punya keserakahan, kita punya kebencian, kita juga sadar bahwa kita punya kebodohan. “Ketiga hal inilah yang seringkali membuat kita menderita atau menderita,” kata Bante Damavudu di Jakarta, Kamis.

Menjawab makna hidup yang harus dipahami sebagai umat beragama, Bante menyatakan bahwa semua manusia pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Namun tak jarang, cara yang dipilih untuk mencapai kebahagiaan justru diambil dengan cara yang salah.

Bante mencontohkan, pasti ada kalanya orang senang melihat orang lain mengalami kesakitan. Bahkan dalam beberapa kasus ekstrim, manusia mengikuti keinginan hatinya untuk bahagia dengan cara membunuh.

Buddha mengajarkan keharmonisan melalui Saranya Dhamma Sutta

Perayaan Waisak 2024, 40 Bhikkhu Thudong Dilepaskan di TMII

Ia mengatakan bahwa hal ini tidak dibenarkan oleh Sang Buddha karena kebencian dan keserakahan tidak pernah membawa kedamaian, apalagi kebahagiaan.

“Itu salah, maka dalam merayakan Waisak tahun ini kita juga berpesan untuk menjauhi amarah atau kebencian yang bersifat keserakahan dan menjauhi kebutuhan batin, egoisme, agar kita terbebas dari sebab-sebab penderitaan kita,” kata Bante.

Menurut Bante, segala perilaku dan tindakan yang dilakukan dalam kehidupan manusia selalu dilandasi oleh kesadaran diri. Sayangnya, banyak orang yang tidak sadar ketika mereka mengambil pilihan hidup yang salah (salah).

Oleh karena itu, Bante mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dalam pemahaman bahwa hidup harus dilandasi dengan niat, moral, dan perbuatan yang baik. Sebab kesadaran positif dapat mendorong seseorang untuk tetap mempertahankan pilihan hidupnya dan beramal shaleh sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan.

“Kesadaran positif yang meningkatkan nilai hidup kita. Jadi kesadaran positif inilah yang kita lakukan melalui agama Buddha yang menyerukan untuk berbuat baik,” kata Banthe.

KAI Daop 1 Catat Kenaikan Penumpang H-1 Waisak 2024 Sebesar 69%

Walikota: Semarang punya sejarah panjang dalam menyebarkan agama Buddha

Koresponden: Harilvita Dharma Shanti
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024