jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) bersama Kelompok Studi Imunodermatologi dan Dermatologi Okupasi (KSIDAK) dan Unit Imunologi Alergi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan panduan terbaru dan terlengkap untuk dipahami oleh para dokter. . , diagnosis dan penatalaksanaan dermatitis atopik (DA) pada anak dan dewasa di Indonesia melalui buku “Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Dermatitis Atopik pada Anak dan Dewasa di Indonesia 2024”.

Pedoman ini merekomendasikan penggunaan pelembab secara teratur sebagai pengobatan penting untuk dermatitis atopik untuk menjaga kelembapan kulit dan mengurangi peradangan.

Ia mencontohkan, Dermatitis atopik merupakan penyakit yang tidak bisa dianggap enteng dan dapat kambuh sewaktu-waktu, dan untuk mencegahnya, penderita perlu menjaga kesehatan kulit dengan menggunakan pelembab seperti pelembab yang mengandung antioksidan dan anti inflamasi kelembaban kulit. Ketua KSDAI menjelaskan, penggunaan pelembab sebaiknya dilakukan secara rutin dan dalam jumlah yang tepat. Srie Prihianti Gondokaryono, Sp.DVE, Subsp.DA, Ph.D., FINSDV, FAADV dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (15/6).

Zat ampuh ini bisa mencegah kambuhnya dermatitis atopik

Buku panduan ini untuk memberikan pelatihan kepada dokter kulit dan dokter umum dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dermatitis atopik.

Dermatitis atopik atau biasa disebut eksim merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai dengan kulit kering, gatal, dan meradang. Penyakit ini tidak menular dan sering menyerang bayi dan anak-anak. Namun dermatitis atopik juga bisa dialami oleh orang dewasa, meski baru muncul di usia dewasa.

Gejala dermatitis atopik bisa berbeda-beda pada setiap orang. Pada bayi, ruam biasanya muncul di bagian wajah, terutama di bagian pipi. Pada anak-anak, ruam biasanya muncul di lipatan kulit seperti siku, lutut, dan pergelangan tangan. Sedangkan pada orang dewasa, ruam bisa muncul di mana saja.

Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Risiko Alergi pada Anak

Dermatitis atopik dapat menyerang 22% anak-anak dan 17% orang dewasa. Penyakit ini merupakan penyakit yang kompleks dilihat dari penyebab atau faktor risikonya, gejala klinis yang beragam dan penatalaksanaannya.

Sebagian besar pasien anak (88%) di kawasan Asia Pasifik menderita dermatitis atopik ringan atau sedang. Penyakit ini berlanjut hingga dewasa dan mengakibatkan kerusakan kulit, sering kali muncul sebagai lesi likenifikasi (bercak tebal dengan permukaan kulit lebih terang) yang mengenai ekstremitas, kepala, dan leher.

Dalam buku panduan terbaru ini, penggunaan pelembab secara teratur direkomendasikan sebagai pengobatan utama dermatitis atopik untuk menjaga fungsi pelindung kulit dan mengurangi kekambuhan. Salah satunya adalah penggunaan pelembap yang mengandung furfuryl palmitate yang efektif sebagai antioksidan dan anti inflamasi.

Studi Tunjukkan Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Risiko Eksim pada Anak

Melalui produk Relizema, Perusahaan Farmasi Menarini Indonesia menawarkan produk pelembab yang mengandung bahan aktif furfuryl palmitate sebagai antioksidan, yang diformulasikan khusus untuk membantu mengatasi dermatitis atopik.

Koresponden: Fitrah Asy’ari
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024