jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Anggota Bawaslu Loli Sohenti mengatakan Badan Pengawas Pemilu memperkuat sinkronisasi data pemantauan dari pusat ke daerah.

“Jadi diperlukan koordinasi karena seperti peer monitoring dan sengketa, bagian lain memang harus sama, datanya tidak boleh berbeda karena berasal dari instansi yang sama,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Sinkronisasi data, kata dia, dilakukan dengan menyatukan hasil pemantauan data untuk tahapan pendaftaran partai politik, verifikasi administrasi, dan verifikasi faktual.

Menurutnya, penting untuk mengetahui data pemantauan agar masyarakat dapat mengetahui kinerja Bavaslo selama proses berlangsung.

Lawley mengatakan, persiapan harus dilakukan berdasarkan pembelajaran dari Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 agar Bavaslu tidak kaget dan bisa mencegah dugaan penyimpangan.

Ia mengatakan: “Pada dasarnya kerja kolektif kolektif hanya dapat dilakukan dengan keterbukaan satu sama lain.”

Ia juga mengatakan, perlu dipastikan data pemantauan disimpan dengan baik agar mudah diakses dan dibaca nanti jika diperlukan.

Baginya, hal itu bisa mendukung strategi pencegahan di setiap tahapan Pilkada 2024.

Selain sinkronisasi data, Bavaslo juga mengevaluasi program online untuk meningkatkan pelayanan publik.

Ini dapat meningkatkan jaringan infrastruktur elektronik dari pemetaan berita, sistem pemantauan dan evaluasi dan pembelajaran jarak jauh, kata Anggota Bavaslu Povadi.

“Penilaian ini kami lakukan untuk (mendukung layanan Bawaslu, red) pada Pemilu 2024 mendatang dan untuk meningkatkan pelayanan publik dari Bawaslu,” kata Powadi.

Koresponden: Boyke Lady Vatra
Editor: M. Hari Atmoko