Bagaimana cara melindungi mata kita dari kerusakan permanen akibat gerhana matahari?

Jakarta (JurnalPagi) – Setiap kali terjadi gerhana matahari, masyarakat awam selalu siap menikmati fenomena langka tersebut, namun para ahli mengingatkan ada efek samping buruk yang harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan serius pada mata.

Melansir Medical Daily, Senin (8/4), gerhana matahari terjadi saat bulan bergerak antara bumi dan matahari sehingga menghalangi cahaya matahari dalam jangka waktu tertentu.

Jika mata kita menatap langsung ke arah gerhana tanpa perlindungan yang kuat, maka gerhana tersebut dapat menyebabkan seseorang menderita retinopati matahari, yaitu suatu kondisi di mana sinar ultraviolet (UV) matahari merusak jaringan halus retina secara permanen.

Retinopati ini bisa terjadi hanya dalam waktu 100 detik. Akibatnya, penderitanya mengalami penglihatan kabur, bintik hitam atau kuning, rasa tidak nyaman saat terkena cahaya terang, dan penurunan penglihatan sentral ringan hingga sedang.

Trik! Bumi akan gelap pada 8 April 2024

Sayangnya, kerusakan akibat retinopati surya belum memiliki pengobatan atau pengobatan yang efektif untuk mengatasi kerusakan mata yang begitu parah pada anak-anak.

American Academy of Ophthalmology menilai masyarakat harus mempersiapkan banyak hal saat melihat gerhana matahari, seperti kacamata khusus berwarna hitam.

Kacamata hitam ini memiliki filter gelap yang aman untuk melihat gerhana bulan dan memenuhi standar global yang sangat spesifik yang disebut ISO 12312-2. Mengenakan kacamata hitam sangat penting bagi mereka yang berada di jalur gerhana bulan sebagian.

“Saat gerhana bulan sebagian, tidak aman melihat matahari tanpa pelindung mata khusus. Bahkan kacamata hitam paling gelap pun tidak aman,” kata Setar Schroeder, perawat ruang gawat darurat di Penn State Health Lancaster Medical Center.

Sementara itu, menurut ahli bedah mata Cleveland Clinic, Dr. Nicole Bajic, masyarakat umum disarankan menggunakan kacamata sesuai standar internasional ISO 12312-2 sebagai filter untuk melihat matahari secara langsung.

Sedangkan bagi masyarakat yang berada pada jalur gerhana total, masyarakat dapat melepas kacamatanya saat bulan menutupi seluruh matahari. Namun, penting untuk menutupinya kembali segera setelah matahari mulai bersinar kembali.

“Meskipun kejadian ini menarik dan jarang terjadi, Anda tidak ingin merusak penglihatan Anda seumur hidup karena tidak melindungi mata Anda,” kata Bajic.

Dampak Psikologis Saat Gerhana

BRIN Selidiki Fenomena Matahari, Mulai dari Bintik Hitam hingga Gerhana

Dokter Mata: Kacamata Hitam Tak Melindungi Mata dari Sinar UV

Penerjemah: Harlevita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtias
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *