Apple hanya menguji fitur “sideloading” di iPhone

Jakarta (JurnalPagi) – Apple baru-baru ini merilis versi beta untuk sistem operasi iOS 17.4 untuk melakukan perubahan fitur sesuai dengan Digital Market Act (DMA) yang dikeluarkan Uni Eropa.

Versi yang diperbarui dirancang agar pengguna UE dapat melakukan hal ini Pemuatan sampingsebuah proses yang memungkinkan pengguna perangkat mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber eksternal, bukan dari toko aplikasi resmi perangkat.

Dalam laporan Gizmochina, Sabtu (27/1) waktu setempat, ada 2 kali tes Pemuatan samping Ini hanya berlaku untuk pengguna iPhone dan iPad tidak dapat menggunakan fitur ini.

Apple dilaporkan membayar denda $213 miliar ke Rusia

Faktanya, iPad OS dan iPhone iOS memiliki dasar yang sama.

Tapi terkait dengan Pemuatan samping Kali ini, Apple sepertinya memutuskan untuk menjadikan fitur tersebut hanya tersedia di iPhone.

Artinya, pengguna iPad tidak akan bisa menginstal aplikasi pihak ketiga dan hanya bisa mengandalkan Apple App Store.

Selain itu, opsi seperti memilih mesin pencari alternatif atau mengubah paket pembayaran dompet elektronik terbatas pada iPhone dan tidak dapat diakses oleh pengguna iPad.

berhubungan dengan pemuatan samping, Singkatnya, peraturan DMA yang diterbitkan oleh Uni Eropa mengharuskan perusahaan teknologi berskala besar memiliki layanan “penjaga gerbang” untuk mengurangi pembatasan guna menciptakan pasar persaingan yang lebih sehat.

iOS yang dimiliki Apple termasuk sebagai layanan “gatekeeper”, namun iPadOS tidak tercantum dalam regulasi. Ada kemungkinan Apple membatasi pengujian karena alasan ini Pemuatan samping Saat ini hanya tersedia di iPhone.

Faktanya, ia tidak sekadar mencoba fitur baru Pemuatan sampinguntuk mematuhi peraturan pasar digital UE, Apple juga mencoba menetapkan tarif komisi untuk pengembang aplikasi.

Sebelum adanya peraturan ini, pengembang aplikasi dikenakan komisi sebesar 17%, dan kini biaya tersebut telah dikurangi menjadi 10% untuk sebagian besar pengembang dan pelanggan.

Karena perubahan tersebut, tarif komisi yang direvisi untuk App Store akan berlaku untuk semua perangkat Apple, termasuk iPad.

Meskipun pengguna iPhone di UE akan segera mendapatkan fleksibilitas layanan yang telah mereka nantikan, pengguna iPad masih tertinggal karena mereka merasa diperlakukan sebagai warga kelas dua dalam suatu ekosistem.

Perdebatan dan tantangan hukum mungkin akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang ketika anggota parlemen dan pengguna mengkaji interpretasi Apple terhadap DMA dan dampaknya terhadap pasar aplikasi yang adil dan kompetitif.

Tentu saja aturan ini tidak hanya berlaku untuk Apple, tetapi juga perusahaan teknologi lain yang memiliki toko aplikasi serupa.

Apple Podcasts Dapatkan Fitur Transkripsi Otomatis di iOS 17.4

Pengguna Shazam kini bisa mengenali musik sambil memakai headphone

Spotify Tuduh Apple Lakukan Pemerasan dengan Biaya App Store Baru

Penerjemah: Livia Cristianti

Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *