Anggota parlemen mengeluh reklamasi tambang tidak dilakukan oleh perusahaan

Samarinda (JurnalPagi) – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra mengeluhkan aktivitas perusahaan tambang yang tidak melakukan rehabilitasi sebelum menambang sesuai kewajiban awal sehingga menyisakan bekas lubang tambang yang berdampak pada lingkungan dan lingkungan. merugikan masyarakat setempat.

“Saya menyayangkan sebagian besar perusahaan tambang yang beroperasi di Samrida tidak memenuhi kewajiban merevitalisasi kawasannya, sehingga dampak negatifnya tetap dirasakan masyarakat,” kata Samari Shaputra di Samrida, Kamis.

Ia mengatakan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) atas nama warga Desa Handil Bhakti dan Batwas, Kecamatan Palaran, Kota Samrida, mengeluhkan kondisi jalan yang berdebu akibat melintasnya kendaraan perusahaan tambang di wilayahnya.

Ia melanjutkan: Selain dampak terhadap jalan yang berdebu, dampak lainnya adalah dampak ekologi yaitu terganggunya ekosistem di Desa Handil Bhakti dan Batwas.

Samri berkata: Pertanyaannya adalah dimana tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar, bahkan lubang tambang yang ada telah menyebabkan kematian di kolam tambang.

Dikatakannya, lubang tambang harus segera ditutup setelah dieksploitasi sebelum menjadi tambak yang berdampak buruk bagi masyarakat.

Ditambahkannya, selain banyak kewajiban AMDAL yang belum terpenuhi dengan baik, kinerja inspektur tambang harus dioptimalkan untuk memantau perusahaan yang beroperasi di Samarida.

Samri mencontohkan, pengawasan terhadap perusahaan tambang harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan agar tidak berakibat fatal bagi masyarakat, karena jika itu terjadi, semuanya akan menggila.

Koresponden: Gunawan Wibisono/Fandi
Editor: Agus Setivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *