jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 20, 2024

Orang tua wajib mengenalkan, mendampingi, membimbing, memantau dan memperhatikan kebutuhan anak, serta bagaimana kita selalu berusaha memahami segala sesuatu yang terjadi di dunia digital, segala sesuatu yang dialami, ditonton dan diakses anak untuk berkomunikasi dengan orang lain .

Jakarta (JurnalPagi) – Orang tua berperan penting dalam membimbing anak dalam penggunaan gadget, apalagi risiko terpapar konten digital yang tidak cocok untuk anak kecil semakin meningkat.

“Orang tua mempunyai tugas untuk mengenalkan, mendampingi, membimbing, memantau dan memperhatikan kebutuhan anak, dan bagaimana kita selalu berusaha untuk melihat dan memahami segala sesuatu yang terjadi di dunia digital, segala sesuatu yang dialami anak,” ujar pelantun Andean. Ayseh, punya akses itu, ayo berkomunikasi dengan mereka. Keterangan, di Jakarta, Senin.

Mengingat risiko paparan konten digital yang tidak sesuai untuk anak kecil semakin meningkat, kata Andin, maka diperlukan peran aktif orang tua dalam membimbing anak dalam menggunakan dan menggunakan alat tersebut secara bijak.

Upaya lain yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan menunda akses gawai pada anak dengan dua cara, yaitu kehadiran fisik orang tua, karena jika menunda harus ada alternatif lain dan komunikasi serta hal-hal yang membuat anak sibuk dan terhibur

Cerita Tasia Kamila Batasi ‘Screen Time’ untuk Kedua Anaknya

Upaya kedua adalah mengubah atau mengurangi akses terhadap media digital/elektronik dengan memindahkan perangkat elektronik ke lebih banyak ruang publik, sehingga anak-anak lebih mudah diawasi, kata Andin.

Andin mengatakan, strategi yang paling penting adalah berhubungan dengan anak-anak. Jadi jangan langsung melarang, tapi suruh anak paham apa yang baik untuknya. Anak itu, ” katanya.

Sementara itu, dokter spesialis anak Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) William Jayadi Iskandar menjelaskan bahaya paparan gawai bagi anak-anak.

Bahaya fisik seperti paparan sinar biru yang mengganggu siklus tidur anak, paparan cahaya yang dapat menyebabkan anak berkacamata, risiko gangguan postur tubuh karena terlalu lama terpapar alat postur Tubuh bungkuk, rasa malas melakukan aktivitas fisik, jelas William. dapat berisiko mengalami obesitas.

Penggunaan gawai yang tidak tepat berdampak pada masa depan anak

Ada juga risiko sosial seperti perasaan antisosial karena Anda merasa lebih nyaman menggunakan alat dibandingkan kontak langsung dengan orang lain dan ada risikonya. perundungan siberyang dapat menyebabkan depresi.

Namun kita tidak mungkin hidup tanpa gadget, sehingga orang tua mempunyai tanggung jawab untuk mengenalkan kepada mereka bahwa dunia digital itu aman asalkan ada pengawasan dan pengamanan, durasi penggunaan, dan postur tubuh anak diatur. Kata William sekaligus menjaga keseimbangan dengan aktivitas fisik.

Ia mengatakan, peran penting anggota keluarga lainnya juga penting dalam mencapai pemahaman tentang pengasuhan anak.

Menurutnya, aturan yang jelas dan demokratis dapat membantu anak untuk memahami dengan jelas, sehingga tidak terjadi kebingungan di pihak anak.

Anak Kecanduan Gawai Berisiko Depresi atau Narsisme

Koresponden: Anita Premata Devi
Editor: Risbani Fardanieh
Hak Cipta © JurnalPagi 2024