jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Taipei (JurnalPagi) – Departemen Luar Negeri AS menyetujui rencana penjualan suku cadang pesawat militer senilai US$428 juta (sekitar 6,7 triliun rupiah) ke Taiwan.

Penjualan tersebut merupakan bagian dari upaya AS untuk membantu angkatan udara Taiwan, yang terancam oleh jet tempur China di dekat pulau tersebut.

Angkatan Udara Taiwan memang dilengkapi dengan baik, tetapi sudah tua dan tidak bisa menandingi armada Angkatan Udara China.

Beijing mengklaim pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai bagian dari wilayahnya dan telah melakukan patroli udara hampir setiap hari di dekat Taiwan selama tiga tahun terakhir.

Sejak awal Agustus, ketika China menggelar latihan perang di sekitar Taiwan setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei, Angkatan Udara China secara teratur terbang di atas garis median di Selat Taiwan, yang berfungsi sebagai perbatasan tidak resmi.

Pentagon mengatakan dalam dua pernyataan Selasa malam bahwa suku cadang tersebut mendukung jet tempur F-16 Taiwan, jet tempur yang diproduksi di dalam negeri dan pesawat serta sistem atau subsistem lainnya yang berasal dari Amerika Serikat.

“Penjualan yang diusulkan akan berkontribusi pada keberlanjutan armada udara penerima, meningkatkan kemampuan untuk melawan ancaman saat ini dan masa depan, serta memberikan kemampuan pertahanan dan transportasi yang penting bagi keamanan kawasan,” kata studi tersebut.

Sementara itu, kementerian pertahanan Taiwan mengatakan pada hari Rabu bahwa penjualan itu diharapkan akan “diimplementasikan” dalam waktu satu bulan dan berterima kasih kepada Amerika Serikat.

Penjualan itu akan sangat berguna karena China berusaha untuk “menormalkan” kegiatan militernya di dekat Taiwan dan mengurangi ruang udara dan lautnya serta kemampuan pelatihan dan tanggapannya, kata kementerian tersebut.

“(Penjualan)” akan membantu mempertahankan peralatan dan melengkapi jet tempur Angkatan Udara kami, memenuhi kebutuhan operasi pertahanan dan pelatihan kesiapan tempur, dan memastikan bahwa kekuatan perang tradisional kami tidak terganggu,” kata pernyataan itu. “

Amerika Serikat adalah pemasok senjata terpenting Taiwan, meskipun kedua belah pihak tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

China telah berulang kali meminta AS untuk menghentikan penjualan senjata ke Taiwan dan telah memberikan sanksi kepada produsen senjata AS.

Sumber: Reuters

Pentagon: China mungkin memiliki 1.500 hulu ledak nuklir pada 2035
Pengamat: Pertemuan Xi Biden Meredakan Ketegangan China dan AS soal Taiwan
Biden: Pasukan Amerika Akan Pertahankan Taiwan Jika China Serang

Penerjemah: Atman Ahdiat
Editor: Anton Santoso