AKUMINDO mendorong pengembangan UMKM melalui literasi digital

JAKARTA (JurnalPagi) – Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) Haris Sofian Hardwin dalam diskusi di Jakarta, Selasa, menyoroti upaya dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha kecil, kecil, dan menengah (UMKM) melalui literasi digital. .

“Tantangan utama pembangunan Menjadi digital Kalau UMKM itu persiapannya sendiri. Banyak UMKM yang sebagian besar berusia di atas 40 tahun dan terbiasa berjualan offline. Ketika dipaksa untuk melakukan perubahan cepat, mereka tidak dapat mencapai perubahan tersebut dengan cepat. “Jadi sebagian besar orang yang beralih ke dunia digital adalah pekerjaan yang didominasi oleh kelompok usia 16 hingga 30 tahun,” kata Harris.

Para pebisnis berusia 16 hingga 30 tahun sangat cepat mempelajari teknologi, lanjutnya. Di sisi lain, masyarakat pada rentang usia 40 tahun ke atas membutuhkan waktu untuk belajar atau beradaptasi dengan digitalisasi.

Permintaan Logistik Meningkat, inDrive Perluas Layanan Pendukung UMKM

“Perlu dukungan pemerintah terkait literasi digital, baik bagi generasi muda maupun yang berada di tahap produksi. Kita perlu memikirkan bentuk pendidikan apa yang masih kurang. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan beberapa asosiasi untuk memberikan inkubasi kepada UMKM. , pemain menambahkan.

Harris menyatakan, sebelum pandemi Covid, hanya ada 7 juta UMKM yang sudah go digital. Sementara itu, jumlahnya mulai meningkat dua kali lipat pada tahun 2020, menjadi sekitar 14 juta, kemudian menjadi 24 juta usaha kecil dan menengah pada tahun 2023.

“Pemerintah menargetkan sekitar 30 juta usaha kecil dan menengah menjadi digital pada tahun 2024, yang mencakup hanya 36% dari total 64 juta usaha kecil dan menengah di Indonesia. Oleh karena itu jika “Untuk potensi digital pada usaha kecil dan menengah” usaha menengah, ditambah dengan perubahan perilaku konsumen. Tentunya saat ini kebutuhan akan sangat saling menguntungkan antara usaha kecil dan menengah dengan jasa kurir dan jasa pengiriman.”

196,4 juta pengguna akan menggunakan e-commerce pada tahun 2023

Memiliki layanan pengiriman yang berkualitas dapat memberikan manfaat besar bagi UKM untuk mengatasi tantangan rantai pasokan dan memastikan pengiriman produk tepat waktu, serta dapat menjangkau konsumen secara luas, tambah Harris. Layanan kurir dan pengiriman juga membantu usaha kecil dan menengah untuk berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi digital dengan menggunakan fitur-fitur yang disediakan oleh layanan kurir dan pengiriman.

“Selanjutnya, peluang kolaborasi antar UMKM maupun melalui kurir tentunya akan memberikan kemudahan bagi UMKM,” pungkas Harris, juga memberikan kemudahan bagi konsumen sebagai pengguna jasa.

Survei AKUMINDO menyebutkan konsumen memilih belanja online karena menghemat uang

Koresponden: Ahmed Fishal Adnan
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *