jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Ahli gizi klinis Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Dr. Wiji Lestari, M.Gizi, Sp.GK(K) berbagi tips mencegah kanker sekaligus mengurangi risiko kambuhnya kanker melalui pola hidup sehat.

Pencegahannya meliputi pencegahan penyakit kanker dan pencegahan kekambuhan kanker sesuai dengan status gizi masing-masing individu, kata Vijay dalam acara kuliah online di Jakarta, Rabu.

Terkadang pasien kanker yang sudah sembuh kurang memperhatikan status gizinya. Begitu pula dengan orang sehat yang belum terdiagnosis kanker, cenderung bebas mengonsumsi makanan apa pun, apa pun risikonya.

Oleh karena itu, Vijay menganjurkan agar Anda selalu mengonsumsi makanan sehat dan seimbang demi kesehatan. Ia juga menekankan agar selalu mengontrol berat badan agar tetap pada tingkat normal dan terhindar dari risiko obesitas.

Awal Tahun Baru, Dokter Ajak Masyarakat Biasakan Pola Hidup Sehat

Obesitas merupakan risiko terjadinya penyakit kanker, misalnya kanker payudara, kanker endometrium, kanker esofagus. “Jika berat badan tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko kanker tertentu,” kata Vijay.

Vijay juga mengingatkan kita untuk menghindari makanan yang bersifat karsinogen seperti alkohol, ikan asin, makanan yang mengandung aflatoksin, makanan yang mengandung bahan pengawet dan makanan tinggi garam dan kalori tinggi.

Untuk mengurangi risiko kanker, sebaiknya minimalkan konsumsi daging olahan. Selain itu, hindari mengolah daging merah dengan suhu tinggi karena suhu tinggi dapat menghasilkan zat berbahaya.

Saat mengolah daging merah, hindari memasaknya dengan api langsung dalam waktu lama. Selain itu, ada baiknya membuang bagian makanan yang gosong karena bagian tersebut bersifat karsinogenik.

“Daging merah yang diawetkan atau diolah dengan banyak bahan tambahan tidak boleh dikonsumsi oleh pasien kanker yang berisiko mengalami malnutrisi atau sudah mengalami malnutrisi parah,” kata Vijay.

BKKBN: Pola hidup sehat sejak remaja bisa cegah perawakan pendek pada kalangan atas

Khusus bagi penderita kanker atau penderita kanker, jangan mengonsumsi daging merah lebih dari tiga porsi dalam seminggu. Selain itu, minimalkan juga konsumsi makanan olahan daging untuk menghindari risiko kanker atau komplikasi terkait kanker.

Terakhir, Vijay merekomendasikan aktivitas fisik secara teratur dan menghindari gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Gaya hidup sedentary merupakan gaya hidup seseorang yang cenderung malas dalam bergerak atau melakukan aktivitas fisik.

Pada akhirnya Vijay menyampaikan: Aktivitas fisik harus aktif agar tubuh lebih sehat dan risiko kanker dapat dihindari, selain itu kita juga harus memiliki pola makan yang sehat.

Kebiasaan buruk menyebabkan energi cepat terkuras

Koresponden: Winnie Shofa Salma
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024