jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Ambon (JurnalPagi) – Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) tetap berkomitmen untuk menyediakan akses listrik khususnya di daerah terpencil, penting dan tertinggal (3T) Indonesia, dengan melistriki 20 desa di wilayah Seram Timur. (SBT), Maluku.

Dalam rilis yang diterima di Ambon, Sabtu (24/12), Wakil Direktur SBT Idris Romalutor menyebutkan nama 20 desa yakni Desa Kilaro, Kilfora, Kiltai, Effa, Lahama, Ilili, Kwamur Kesil Mata Ata, Kwamur Kesil Mata Wawa . , Kwamur Besar Ina, Kwamur Besar Vitaw, Teor, Kampung Jawa, Kampung Tenga Cacing, Kampung Baru, Mamor, Doriar Rumoi, Kartutin Kartenga, Karlukin, Ker-Ker, dan Kampung Kilovo.

Wabup mengucapkan terima kasih kepada PLN atas upayanya agar masyarakat dapat merasakan manfaat listrik.

“Ini adalah hadiah paling berharga bagi penduduk asli Huttonosa yang pantas disambut dengan suka cita,” katanya.

Idris berharap dengan hadirnya listrik di 20 desa akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menggerakkan perekonomian dan memperlancar aktivitas masyarakat, dan pada akhirnya dapat mendorong peningkatan. Pada tingkat kehidupan dan kesejahteraan rakyat.

Untuk memasok listrik ke 20 desa, I Agus dei Putra, pihaknya telah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) dengan total 49,27 kilometer sirkuit (km), kata Manajer Unit Pelaksana Layanan Pelanggan (UP3) Masohi. Jaringan Tegangan (JTR) dengan total 18,49 km dan 27 gardu distribusi.

I Made Agus Dwi Putra mengatakan, sejauh ini, dari 20 desa, 1.892 pelanggan dari total 3.311 calon pelanggan telah mendapatkan akses listrik dari PLN.

“Semua itu tercapai berkat dukungan pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat SBT, maka PLN mengucapkan terima kasih atas dukungannya dalam membantu percepatan pembangunan fasilitas listrik tersebut,” ujar Made.

Hosni Semyoun, Aparat Pemerintah Desa Afa mengatakan, keberadaan listrik ini membantu kemajuan berbagai sektor.

“Alhamdulillah, kami lega dan berkeinginan memiliki akses listrik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa Efa,” ujarnya.

Akses listrik ini juga mendukung pendidikan anak-anak yang sudah belajar menggunakan bola lampu, lanjutnya. Namun dengan adanya listrik di desa tersebut, proses pembelajaran anak-anak dapat menggunakan lampu atau menggunakan fasilitas lain seperti laptop untuk mengakses informasi di era globalisasi.

“Kami sangat bersyukur dan merasa bangga karena bisa merasakan listrik seperti di daerah lain,” kata Hosni.

Saat ini tercatat ET PLN di Provinsi Maluku sudah mencapai 95,84%. Dalam kaitan ini, PLN berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan ketenagalistrikan yang maksimal dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Dua proyek listrik PLN resmi beroperasi di Kalsel
PLN sambungkan listrik pedesaan ke 13.872 pelanggan di Banten
PLN 113 melistriki desa 3T untuk mendorong pergerakan roda ekonomi masyarakat.

Koresponden: Daniel Leonard
Editor: D.Dj. Clevantoro