KISAH SONYA DEPARI VS POLWAN YANG MENGHEBOHKAN

M2U04356

Beberapa hari belakangan ini masyarakat Indonesia tengah dihebohkan oleh berita mengenai perdebatan antara pelajar SMA dan seorang Polwan. Lewat hal tersebut juga nama Sonya Depari seketika mencuat ke permukaan. Namun bukan karena prestasi yang membanggakan, namun karena ulahnya yang dianggap kurang sopan dan arogan.

Siswi SMA di Kota Medan, Sumatera Utara tersebut membuat gerah banyak orang karena sikapnya yang tidak mencerminkan pelajar yang baik. Bukan hanya kurang sopan dan arogan, namun tingkah laku yang sangat tidak terpuji.

Ulahnya yang memarahi dan mengancam seorang Polwan saat dia ditilang membuat dirinya dikecam banyak orang. Kejadian tersebut berawal dari diberhentikannya mobil mobil Brio bernomor polisi BK 1528 IG yang ditumpangi Sonya dan teman-temannya oleh seorang Polwan yang kala itu sedang bertugas.

Hal itu dilakukan oleh pihak kepolisian terkait dengan pengamanan lalu lintas .lintas di Kota Medan, Rabu 6 April 2016 seiring dengan berakhirnya Ujian Nasional tingkat SMA. Razia tersebut menilang para pengguna kendaraan yang melanggar aturan.

Lantaran melanggar aturan lalu lintas yaitu melaju dengan kap belakang mobil terbuka, mereka dipaksa untuk turun dari mobil dan peringatkan akan kesalahan mereka. Namun bukannya takut, segerombol remaja putri berseragam sekolah ini malah memaki-maki petugas.

Mereka protes dengan dalih bahwa mobil lainnya yang melintas tidak terkena razia dan hanya mereka yang di stop. Sikap arogan yang menggebu-gebu tersebut ditunjukkan oleh Sonya. Ia mengancam seorang Polwan dengan mengatakan bahwa dirinya tidak main-main. Dan ia juga mengancam akan menandai Polwan tersebut agar nantinya turun jabatan.

KISAH SONYA DEPARI VS POLWAN YANG MENGHEBOHKAN (3)Tak hanya itu, dengan nada tinggi, siswi SMA Methodist Medan tersebut menyebutkan bahwa ia adalah anak dari Arman Depari, seorang petinggi kepolisian berpangkat inspektur jenderal (irjen) yang saat ini menjabat Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Arman Depari merupakan jenderal jebolan Akpol 1985 dan lahir di Berastagi, Karo, Sumatera Utara. ‎Sebelum di BNN, Arman menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau, dan pernah menjadi Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Aksi tidak terpuji itu juga terekam kamera wartawan yang kala itu tengah meliput kegiatan aparat kepolisian saat itu. Dan dalam sekejap nama Sonya Ekarina br Sembiring Depari atau Sonya Depari menjadi perbincangan publik.

Sang Polwan, Ipda Perida pun rupanya tidak menilang gerombolan anak itu, namun sebaliknya ia malah mempersilakan para siswa kembali ke mobil dan meminta mereka pulang dan tidak berkonvoi. Hal itu cukup disayangkan oleh sejumlah pihak. Banyak yang mengatakan bahwa seharusnya Ipda Perida memberikan sanksi tegas terhadap apa yang dilakukan oleh Sonya dan teman-temannya.

Hal ini pun mengundang reaksi keras publik terutama masyarakat Indonesia. Bukan hanya soal melanggar aturan lalu lintas, namun semua remaja labil tersebut seharusnya dapat bersikap lebih sopan terlebih terhadap orang yang lebih tua.

KISAH SONYA DEPARI VS POLWAN YANG MENGHEBOHKAN (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015