NGOROK? KECILKAN SUARANYA DENGAN TEKNOLOGI NOISE CANCELATION

NGOROK KECILKAN SUARANYA DENGAN TEKNOLOGI NOISE CANCELATIONMendengkur atau yang sering juga disebut ngorok adalah hal yang sering terjadi di saat tidur. Bagi yang berada disampingnya tentu saja akan merasa terganggu jika mendengarnya. Sebenarnya ngorok sendiri adalah sebuah gangguan tidur, terkadang juga merupakan sebuah gejala terjadinya gangguan tidur yang lebih serius.

Sebenarnya dari dulu hingga kini berbagai teknologi telah dikembangkan untuk mencegah ngorok tersebut. Namun jika masih terasa sulit untuk mengatasinya agar benar-benar hilang, saat ini sebuah produk terbaru dikembangkan bukan untuk mencegah ngorok tersebut terjadi, melainkan berfungsi untuk mengecilkan suaranya agar tidak mengganggu orang di sekitar.

Temuan baru yang diberi nama Silent Partner ini dipakai dengan cara dipasang di hidung sang penderita. Bentuknya sendiri terlihat seperti penjepit dan berfungsi untuk meredam suara ngorok. Teknologi yang digunakan untuk alat ini adalah active noise cancelation.

Cara kerjanya sendiri dengan memanfaatkan gelombang suara yang dihasilkan saat seseorang ngorok. Saat digunakan, Silent Partner akan memancarkan gelombang suara tandingan dengan amplitudo yang sama dengan suara dengkuran.

Gelombang tandingan tersebut akan mengacaukan gelombang suara dengkuran yang asli. Keduanya akan bekerja saling mengacaukan, dan hasilnya adalah gelombang baru yang tidak terdengar oleh orang lain di sekitarnya. Walaupun masih terdengar, namun volumenya jauh lebih kecil dibandingkan dengkuran aslinya.

Dengan demikian orang-orang disekitar penderita tersebut tak akan terganggu dengan suara ngorok itu. Selain itu kenyamanan tidur sang penderita pun akan tetap terjaga karena tidak merasa khawatir jika dengkurannya akan membangunkan tidur orang lain.

Menurut pengamatan, diperkirakan 45 persen orang dewasa sehat pernah mendengkur sekali waktu, dan 25 persen di antaranya bahkan mendengkur secara teratur setiap tertidur. Penyebabnya sendiri bermacam-macam, mulai dari lemahnya otot lidah dan tenggorokan hingga kerusakan pada saluran napas.

Ngorok atau mendengkur juga sering disertai dengan sleep apnea atau henti napas saat tidur. Kondisi ini bisa mengurangi kualitas tidur sehingga harus diatasi. Tentunya tidak cukup hanya dikecilkan suaranya, penyebabnya juga harus disembuhkan. Untuk itu, alat ini sifatnya hanya untuk membantu sementara selama proses menghilangkan kebiasaan mendengkur tersebut. Karena mendengkur memang lebih baik jika dihilangkan atau dicegah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons