Ulur Waktu, DPR ‘menyandera’ KPK

DPR ‘menyandera’ KPK? Mungkin itu adalah suara kritikan tajam dari para penggiat korupsi di Indonesia. Lamanya pemilihan calon pimpinan KPK dianggap sengaja dilakukan karena ada permainan di  dalamnya. Lamanya tarik ulur ini dianggap adanya kompromi yang bermain dibalik lambatnya pemilihan capim ini.

“Segera melakukan uji kelayakan dan kepatutan serta memilih 5 (lima) Pimpinan KPK sesuai Perintah Undang-Undang KPK,” kata Emerson Yuntho aktivis ICW yang mewakili Koalisi Pemantau Peradilan, Senin melalui detik.com (23/11/2015).

Sebenarnya DPR telah menerima surat dari Presiden sejak September 2015 lalu, namun sudah dua bulan berlalu sejak surat itu diterima, belum ada gerakan untuk melakukan fit and proper test terhadap capim KPK. Padahal masa bakti pimpinan KPK bakal habis atau selesai 16 Desember 2015 ini.

Hal ini terjadi karena Komisi III DPR bersikukuh mempersoalkan proses seleksi yang telah dilakukan panitia seleksi pimpinan KPK. Komisi III DPR RI mempermasalahkan mekanisme dan prosedur seleksi serta pengelompokan kandidat ke dalam empat pembidangan.

Pemilihan Capim KPK akan dilaksanakan bukan hanya terhadap delapan calon yang mengikuti seleksi pada 2015 ini, tapi juga terhadap dua Capim KPK yang telah mengikuti seleksi pada 2014 yaitu, Busyro Muqoddas dan Roby Arya Brata.

KETUA KPK 2

Updated: November 23, 2015 — 10:00 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme