Gila, Indonesia ambil alih Freeport, Dollar AS bisa Rp 2000!

Menko Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli memberikan saran kepada Presiden Jokowi untuk segera mengakhiri kontrak kerja mereka dengan PT Freeport Indonesia jika tidak mampu memenuhi syarat yang dipinta oleh Pemerintah Indonesia

Syarat yang paling utama untuk itu menurut Rizal Ramli adalah PT Freeport harus membayar royalti yang jauh lebih tinggi kepada Negara Indonesia dengan rincian sebagai berikut: 3,5 persen menjadi 4 persen, royalti emas naik dari 1 persen menjadi 3,75 persen dan untuk royalti perak naik dari 1 persen menjadi 3,25 persen.

Kedua adalah dengan melaksanakan ketentuan divestasi yaitu melepas saham mereka ke Indonesia

Ketiga adalah dengan membangun pabrik pemurnian smelter yang ada di Papua

Jika ketiga syarat ini tidak dapat dipenuhi, maka kontrak karya Freeport dengan Indonesia sebaiknya dicabut saja. Pada masa pemerintahan Gus Dur, Feeport menemukan sebuah gunung yang berisi cadangan emas yang sangat besar di daerah Mimika, Papua Barat. Gunung emas yang disebut Grasberg inipun dikeruk sampai ke dalam-dalamnya. Hebatnya, masih ada satu sisi gunung lagi yang belum dikeruk oleh Freeport dengan total cadangan mencapai sekitar 1,5 miliar kg.

freeport

“Cadangan emas Bank Indonesia itu hanya 100 Kg, China hanya berapa juta Kg. Freeport cadangan emasnya itu 16 juta kg. Bayangin kalau setengahnya saja kita masukkan ke dalam cadangan Bank Indonesia, rupiah bisa menguat ke berapa? Bisa menguat ke Rp 2.000 per US$,” tuturnya.

8 Comments

Add a Comment
  1. Sekarang saya bertanya Beranikah pak jokowi ambil alih PT. FREPORT dijadikan BUMN ??? Jika memang pak jokowi berpegangan pada UUD’45, sy yakin beliau berani ambil resiko itu demi hajat hidup rakyat Indonesia, dan saya yakin rakyat bersama TNI akan bersama bapak, pak jokowi anda harus berani ambil freeport sekarang jg, kasihan rakyat papua…

  2. Jika pak jokowi seberani Bung Karno. Sy yakin indonesia jaya. Tapi mesti berhadapan dulu sama yg bikin beliau jatuh.

  3. Mohon dikoreksi….

    Pada artikel di atas tertulis:
    “Pada masa pemerintahan Gus Dur, Freeport…..”

    Seharusnya tertulis ‘Soeharto’, bukan ‘Gus Dur’.

    Sekian & terima kasih.

  4. Sebagai info tambahan…

    Money isn’t real, but gold is.

    Dulu, setiap dollar dijamin atas emas. Namun karena emas mereka tidak mencukupi, dollar tidak lagi dijamin dengan emas, tapi hanya dengan “nota”. Tiap lembar dollar adalah “nota” dari Federal Reserve atau The Fed, bank sentralnya Amerika. Nah, Amerika ini sudah nyolong emas dari Indonesia puluhan tahun lamanya. Indonesia, sebagai negara “pemilik” emas terbesar no.#1 hanya bisa geleng-geleng atau bahkan manut-manut saja ketika rupiah diobok-obok seenaknya dalam sistem monetary dunia (yg mana hanya “real” sebatas “nota”).

  5. Sebaiknya freeport di ambil alih aja demi indonesia dan rakyat papua sudah begitu banyak amerika mengambil emas papua sedangkan papua masih jauh dari kata maju,,di banding daerah lain semakin cepat semakin baik , kita yang punyamtp amerika yang kaya
    Kami rakyat mendukung pak jokowi ambil alih freeport untuk kesejahteraan rakyat indonesia

  6. bagus lah kalo gitu mah, memang milik indonesia Freeport itu, hanya saja di kuasai Amerika saja :/

  7. semoga saja impian indonesia dan jokowi merebut freeport bisa tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme