MENCAPAI RP.14.000/USD BAGAIMANA REAKSI MASYARAKAT?

Reaksi masyarakat  saat rupiah anjlokNampaknya nilai tukar rupiah sudah semakin mengkhawatirkan karena telah menyentuh angka Rp 14.000 per USD. Berdasarkan data Bloomberg kemarin, nilai tukar Rupiah mencapai Rp 14,014 per USD pada pukul 09.50 WIB.

Di era zaman pemerintahan Jokowi-JK memang nilai tukar rupiah semakin merosot. Presiden Jokowi pun menyebutkan banyak sekali penyebab mengapa ekonomi Indonesia mulai melambat dan rupiah semakin anjlok.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui masih berlangsungnya perlambatan ekonomi. Tidak hanya di Indonesia, tetapi hampir di semua negara. Beberapa indikator menjadi penyebab perlambatan ekonomi tersebut. Salah satunya yang terbaru adalah adanya kisruh Korea Selatan dan Korea Utara.

“Yang lebih berat dari kita, negara-negara di dekat kita, tetangga-tetangga kita sama mengalami, baik karena krisis Yunan beberapa bulan lalu, kenaikan suku bunga Amerika, depresiasi Yuan di China, dan ramainya Korut-Korsel,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet, Senin, 24 Agustus 2015.

Namun masyarakat tak ingin tahun tentang hal ini, mereka telah meyakinkan pilihannya yaitu Presiden Jokowi-JK mampu menganggkat kesejaterahaan rakyatnya bukan justru menjatuhkan seperti sekarang ini.

Dengan anjloknya nilai rupiah terhadap dolar banyak sekali reaksi masyarakat ataupun pihak-pihak yang terkena dampak anjloknya rupiah. Masyarakat banyak yang ingin menyelamatkan simpanannya. Sedangkan Money Changer banyak yang menahan dolar karena menganggap rupiah begitu terpuruk. Untuk mengetahui reaksi-reaksi masyarakat terhadap anjloknya nilai rupiah terhadap dolar berikut ulasannya yang bersumber dari merdeka.com :

1. Masyarakat ramai-ramai jual dolar

Masyarakat mulai berbondong-bondong menukarkan dolar milik mereka. Seperti terlihat di Money Changer di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Valuta Inti Prima (VIP) yang sejak pagi sibuk melayani permintaan masyarakat yang ingin melakukan penukaran dolar ke rupiah. Salah satu karyawan VIP, Andi mengatakan, penukaran hari ini lebih ramai dibandingkan biasanya.

“Kebanyakan mereka jual. Peningkatannya berapa saya belum tahu. Ini lebih ramai,” ungkapnya kepada merdeka.com.

Dia mengungkapkan, harga jual dolar dibanderol Rp 14.020. Sedangkan untuk mereka yang ingin membeli akan dihargai Rp 14.055 per 1 dolar AS.

2. Masyarakat ada yang tukar USD 20.000

Salah satunya Ikhsan yang datang membawa USD 20.000. Dia mengaku sudah mendapatkan untung yang tinggi dengan nilai tukar Rp 14.020. Dia memutuskan, saat ini merupakan momentum tepat untuk menjual dolar.

“Dijual lebih mahal tinggi banget-banget. Nukar 20.000 dolar. Kalau kita jual beli, mumpung harga tinggi,” ungkapnya.

3.Masyarakat tukar stok Yen

Nilai tukar Rupiah ternyata tidak hanya melemah terhadap dolar Amerika, tapi juga terhadap Yen Jepang. Masyarakat juga ramai menukarkan stok Yen.

Salah satunya Wulan warga Kalideres. Dia mengaku tertarik menjual Yen karena nilai tukarnya tengah menguat juga.

“Saya mau nukar Yen, karena memang kursnya lagi bagus. Enggak usah (nunggu). Sekarang aja. Kurs lagi naik,” tegasnya ketika ditemui di Money Changer di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Valuta Inti Prima (VIP), Senin (24/8).

Informasi dari VIP Money Changer, Yen kini dijual Rp 116 dan dibeli Rp 116,7 per Yen.

4. Money Changer tahan dolar

Terpuruknya nilai tukar Rupiah membuat sebagian money changer memilih menjaring dolar sebanyak-banyaknya. Beberapa money changer memutuskan tidak menjual dolar AS (USD) ke masyarakat.

Salah satunya money changer Robertus Kencana di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, yang memutuskan tidak menjual dolar. “Kalau beli oke. Semua serba mahal, sudah tidak ada artinya lagi Rupiah. Sekarang Rp 100.000 sama kayak Rp 10.000,” ungkap teller yang tidak ingin disebutkan namanya saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (24/8).

5. Respons Bank Indonesia

Bank Indonesia menyatakan pelemahan Rupiah sudah menembus Rp 14.000 per USD sudah tak bisa dibiarkan. Ini lantaran Rupiah merosot melewati nilai fundamentalnya.

“Kondisi sekarang sudah overshoot. Sudah undervalue. Kalau begitu perlu ada kerja sama dan tidak bisa dibiarkan,” ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat ditemui di DPR-RI, Jakarta, Senin (24/8).

Kendati demikian, Agus kembali mengungkapkan pelemahan rupiah akibat kondisi ekonomi dunia penuh ketidakpastian.

Untuk mengatasi pelemahan rupiah lebih dalam, Agus meminta eksportir melepas kepemilikan dolar.

“Eksportir sekarang sudah saatnya lepas valuta asing agar supply dan demand seimbang dan nilai tukar tidak tertekan,” ungkapnya. “Kami terus di pasar. Sesuai Undang-undang kami akan jaga stabilitas rupiah.”

Inilah 5 ulasan reaksi masyarakat dan pihak-pihak yang berkaitan dengan dampak penurunan rupiah terhadap dolar tersebut. Bagaimana selanjutnya apakah Indonesia akan kembali menjalani krisis moneter pada tahun 1998 atau pertumbuhan ekonomi akan kembali normal atau justru meningkat. Kita nantikan saja.

Loading...

1 Comment

  1. Pada saat Rupiah seharga Rp. 12.700,—– Jokowo bilang Saya dan Pemerintahannya baru 3 Bulan, Klu sekarang sudah melemah sampai Rp.14.000, yang disalahkan Tekanan dari Luar, Kasus Korsel-Korut dll, klu sdh Crisis nanti siapa lagi yg disalahkan ? kemana sumbangan pikir para pejabat Perekonomian/ BI apa dong TEROBOSANNNYa, shg tdk nunggu rupiah lebih jatuh lagi ( dan Pemerintah jgn terlalu Konfident dengan $ 14.Milyadnya ).

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*