EMPAT ANAK BUAH BUPATI MUSI BANYUASIN DIPERIKSA OLEH KPK

BUPATI MUBA BANYUASINSetelah Bupati Muba Pahri Azhari diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 Bupati Musi Banyuasin (Muba), Pahri Azhari dan pengesahan APBD 2015 Kabupaten Muba, kepada Anggota DPRD Muba. Kali ini tim penyidik KPK memanggil empat anak buah Bupati Muba tersebut Empat anak buahnya itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya yakni Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar (RIS).

Mereka di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Sohad M Ajid, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Pengairan Kabupaten Muba Zainal Aripin, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Muba M Yusuf, dan Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muba Andri Sophan.

“Iya, mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIS (Riamon Iskandar),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2015).

Pemeriksaan keempat orang dari pihak eksekutif Kabupaten Muba diduga terkait pemberian sejumlah uang kepada pihak legislatif yang sudah diterima beberapa kali. Menurut Priharsa, keterangan mereka dibutuhkan oleh penyidik lembaga antirasuah untuk mengembangkan kasus pusaran suap ini.

“Keterangan mereka dibutuhkan oleh penyidik dalam kasus suap ini,” terang Priharsa.

Seperti diketahui, dalam pengembangan kasus dugaan suap ini, KPK kembali menetapkan empat tersangka baru. Mereka yakni Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar (RI), dan Wakil Ketua DPRD Muba Darwin AH (DAH), Islan Hanura (IH), serta Aidil Fitri (AF).

Mereka, disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Sebelumnya KPK juga telah menetapkan Bupati Muba, Pahri Azhari dan Istrinya, Lucianty Pahri yang juga Anggota DPRD Sumatera Selatan menjadi tersangka. Mereka menyusul empat tersangka sebelumnya yang lebih dulu dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan.

Kasus suap DPRD Muba terbongkar pada operasi tanggap tangan KPK pada Jumat 19 Juni 2015 lalu. Saat penangkapan empat orang ini, penyidik KPK menemukan uang tunai sekitar Rp2,5 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas merah marun yang diduga uang suap.

KPK pun langsung menetapkan empat tersangka, di antaranya anggota DPRD Muba dari Fraksi PDIP Bambang Karyanto, anggota DPRD Muba dari Fraksi Gerinda Adam Munandar, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba Syamsudin Fei dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muba Fasyar. (okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015