AHOK KLAIM DIAPRESIASI WARGA ASLI KAMPUNG PULO UNTUK MELAKUKAN PENGGUSURAN

ahok dapat apresiasi warga asli kampung puloMemasuki 3 hari penggusuran pemukiman Kampung Pulo para aparat yang terlibat penggusuran tersebut telah hampir 70% menyelesaikan penggusuran tersebut. Warga yang tinggal di Kampung Pulo mau tak mau harus menerima kenyataan bahwa tempat tinggal mereka semuanya kini hampir rata dengan tanah. Bangunan-bangunan yang berdiri di pinggiran kali Ciliwung dirobohkan dan diratakan oleh alat-alat berat seperti Beckhoe.

Saat ini  warga Kampung Pulo sudah mulai bergegas mengurus kunci untuk tinggal di rusun yang telah disediakan Pemerintahan DKI Jakarta. Dengan demikian keinginan Ahok untuk menata kembali bantaran kali Ciliwung dapat terealisasi terutama untuk pelebaran dan mendalami kali Celiwung tersebut.

Dalam hal ini Ahok Gubernur DKI Jakarta atau yang memiliki nama lengkap Basuki Tjahaja Purnama, mengklaim bahwa dirinya memang diapresiasi warga asli Kampung Pulo, Jakarta Timur, atas kebijakannya menggusur permukiman di bantaran kali Ciliwung di daerah itu.

Menurutnya, rumah warga yang terpaksa digusur merupakan imbas dari pemasangan konstruksi tegak lurus di sungai berupa sheet piles dan normalisasi kali Ciliwung sebagai upaya solusi kebanjiran.

“Jadi warga yang direlokasi di Kampung Pulo itu bukan warga asli, yang warga asli malah senang karena sungainya bakal diperlebar dan dipasang sheet piles agar enggak banjir lagi,” ujar Ahok, di Karawaci, Tangerang, Minggu (22/8/2015).

Suami Veronica Tan itu menambahkan, dengan merelokasi warga di bantaran kali, warga asli Kampung Pulo dapat mengenang kawasan Timur Jakarta sebelum ditempati pendatang.

“Dia (warga) akan ingat masa kecil dia itu bermain-main air dengan pohon yang rindang. Sebab kita akan melebarkan kalinya yang sekarang hanya tinggal satu meter,” ucap Ahok.

Nampaknya memang warga Jakarta juga menanti hasil dari project Ahok dan Pemerintahan DKI Jakarta agar kinerja mereka untuk membangun Jakarta lebih baik lagi tentunya jauh dari banjir segera terwujud, karena memang Jakarta adalah Ibu Kota Negara yang semestinya elok dipandang mata dan nyaman bagi mereka yang tinggal disana.

Bukan hanya warga Indonesia saja tapi orang-orang di dunia yang akan menginjakkan kakinya ke Tanah Betawi tersebut akan merasa nyaman juga. Memang diakhir-akhir tahun tanah Jakarta akan sering menerima cucuran air hujan yang sangat deras sehingga sungai-sungai yang ada di Jakarta akan meluap dan akhirnya bencana banjir pun tak terelakkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme