PENGGUSURAN KAMPUNG PULO BERLANJUT, 7 BACKHOE DIDATANGKAN

alat backhoe siap ratakan kampung puloSetelah kemarin berhasil menggusur sebagian wilayah Kampung Pulo yang sebelumnya berunjung rusuh antara warga dan Polisi Pamong Praja kini Pemerintah Administrasi Jakarta Timur kembali melanjutkan penggusuran tersebut. Kawasan padat hunian Kampung Pulo akan kembali diratakan dengan alat berat Beckhoe yang telah disiapkan Pemerintahan Jakarta.

Hari kedua pelaksanaan penggusuran ini sudah dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tadi. Sebanyak 7 backhoe didatangkan ke lokasi. Tiga diantaranya telah dihidupkan dan bersiap melanjutkan pekerjaan perobohan bangunan.

Kembali RW 03 menjadi wilayah pertama yang didatangi untuk dilakukan penertiban. Penghancuran bangunan masih dilakukan di sisi pemukiman yang langsung berada di tepi Kali Ciliwung.

Ratusan petugas pengamanan gabungan, juga telah hadir dan melakukan apel di halaman ruko tak jauh dari bantaran kali.  Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur Komisaris Besar Umar Faruq mengaku tidak akan bertindak anarkis pada penertiban ini. Ia mengaku akan melakukan pengamanan terus menerus untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Memang kondisi warga hingga saat ini masih memanas, namun project penggusuran ini akan tetap dilanjutkan termasuk jika warga melawan atau anarkis pihak Pemerintahan Jakarta tetap akan menggusur kawasan Kampung Pulo yang sering langganan banjir tersebut.

“Kami tetap akan eksekusi dan pindahkan paksa (warga Kampung Pulo),” kata Ahok, sapaan Basuki, di Pasar Manggis, Jakarta Selatan.

Sebelum penggusuran memang Gubernur Ahok sudah menjelaskan alasan dari penggusuran di Kampung Pulo ini, selain karena di kampung ini sering terjadi banjir maka wilayah ini nantinya akan dijadikan pengerjaan trase atau jalan inspeksi dalam program normalisasi Kali Ciliwung.

Namun permasalahannya adalah perjanjian ganti rugi yang mungkin belum bisa diiterima masyarakat Kampung Pulo termasuk hak mereka yang memiliki sertifikat tanah dan yang tidak memiliki sertifikat tanah dikawasan bantaran Kali Ciliwung tersebut hingga kerusuhan kemarin benar-benar terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme