WARTAWAN DITAWARI 2 JUTA AGAR TIDAK MEMBERITAKAN BENDERA TERBALIK

BENDERA TERBALIKWalaupun perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke-70 telah berlalu beberapa hari yang lalu namun masih banyak hal-hal aneh yang menyelimuti upacara-upacara Bendera Merah Putih di masing-masing daerah di seluruh wilayah Nusantara.

Wartawan bukanlah mencari-cari kesalahan ataupun sekedar mengejar berita dikala upacara Bendera Merah Putih berlangsung,  namun hal ini juga semata-mata untuk mengingatkan kepada orang-orang yang menjadi petugas maupun peserta upacara agar lebih khidmat menjalani upacara yang hanya di gelar satu tahun sekali itu dan jangan sampai melakukan kesalahan.

Kejadian yang tidak untuk dicontoh pun terjadi ketika Bendera Merah Putih yang berkibar di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Rabu (19/8/2015), terpasang terbalik. Bukan merah putih, melainkan putih merah.

Dan lebih memalukan lagi adalah ketika para wartawan yang menanyakan perihal Bendera terbalik ini diundang Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Arosokhi Lombu, ke kantornya para wartawan tersebut ditawari uang sebesar Rp 2 juta untuk tidak memberitakan peristiwa tersebut.

“Kami minta awak media untuk jangan mengabarkan berita ini. Kami siap memberikan konsekuensi sebesar Rp 2 juta,” kata dia di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Rabu.

Bendera Merah Putih terpasang terbalik hampir sepanjang hari. Bendera terbalik tersebut mengejutkan sejumlah warga yang melintas di depan kantor itu.

“Apa kata dunia kalau bendera begini,” kata Faisal, seorang warga yang melintas di depan kantor itu, Rabu.

Menjelang sore, salah seorang personel Polisi Pamong Praja, Didi Harefa (38), mendatangi Kantor Dinas Pendidikan. Kepada salah seorang pegawai, ia meminta agar pemasangan bendera diperbaiki.

“Maaf, Pak, pegawai sedang istirahat,” jawab pegawai yang tidak diketahui namanya itu.

Tiba-tiba, dari arah dalam kantor, keluar seorang pegawai lain menuju tiang bendera. Ia menurunkan bendera dan memperbaiki posisinya.

Saat ditanya kenapa bendera terpasang terbalik, ia mengatakan, ini kalalaian petugas. “Daripada salah besar, lebih baik kita perbaiki. Saya cinta bendera karena itu saya perbaiki bendera ini,” katanya sambil berlalu.

Bupati Nias Sokhiatulo Laoli yang dimintai tanggapan melalui pesan singkat menyampaikan bahwa dia belum mendapatkan informasi tersebut.

“Saya sedang mengikuti rakor tentang pilkada di Medan,” kata dia.

Masih melalui pesan singkat, Sokhiatulo mengatakan, bendera terbalik itu bukanlah kesengajaan. “Hanya masalah kelalaian,” kata dia.

Ia berjanji akan memanggil Kepala Dinas dan pegawai Dinas Pendidikan sepulang dari Medan. (Kompas.com)

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*