SEORANG JANDA DAN ANAKNYA IKUT NGELAMAR JADI GO-JEK KARENA TERGIUR GAJI JUTAAN

janda dan anaknya ikut lamar jadi driver go-jekFenomen Go-Jek nampaknnya semakin ramai saja diperbincangkan, apalagi ketika pihak Go-Jek membuka lamaran untuk orang-orang yang ingin menjadi driver di Go-Jek dengan hampir 8000 pelamar baik dari pengangguran hingga seorang karyawan. Tak hanya sepasang kekasih, seorang ibu rumah tangga Asih (37) dan anaknya Hilda (17) juga tertarik mendaftarkan diri sebagai pengendara GO-JEK. Keduanya tertarik mendaftar karena iming-iming gaji besar yang diperoleh dari GO-JEK.

“Ya saya daftar untuk cari lebih (uang), soalnya saya kan ngurus anak sendiri,” ujar Asih ketika selesai mendaftar GO-JEK di Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8).

Selama ini, Asih yang berstatus janda ini bekerja sebagai buruh konveksi dan harus menghidupi dua anaknya sendirian. Penghasilan sebagai buruh dirasa tidak cukup mengingat kebutuhan hidup yang semakin mahal.

Sementara anaknya Hilda, mengaku mendaftar karena ingin dapatkan penghasilan yang lebih dari tempatnya bekerja sekarang. “Saya kerja sebagai admin mas, ya saya pingin dapat yang lebih,” ujarnya.

“Penghasilan saya cuma Rp 2,2 juta per bulan. Kalau di sini kata teman saya gede (gaji). Nanti duitnya saya kasih ibu, terus simpan sama beli barang yang bisa lengket mas (invest),” tuturnya.

Dirinya bersama ibunya tahu informasi bisa dapat penghasilan besar sebagai pengendara GO-JEK dari tetangga. Sehingga dirinya tertarik untuk mendaftar.

“Tetangga saya dari pagi sampai sore di rumah. Cuma malam dia keluar, katanya semalam itu bisa dapat Rp 600 ribu mas. Saya nggak takut soal pemberitaan tentang GO-JEK (bertengkar dengan ojek pangkalan). Seharusnya yang pangkalan itu tahu, rezeki itu sudah ada yang atur. Kalau ada yang ngejekin GO-JEK cewe dia pakai rok saja mas,” pungkasnya.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*