Kasus Talikora, Konferensi Pers Presiden, Ulasan khusus Mettrotivi

Kasus pembakaran di Talikora, Presiden menggelar Konferensi Pers, Ulasan Mettrotivi

Adanya kasus pembakaran di kabupaten Talikora, Papua benar-benar mengejutkan semua pihak, terutama umat Muslim yang sedang merayakan hari raya Idul Fitri pada hari itu. Adanya kasus pembakaran pasar yang katanya merambat ke Masjid Baitul Mustaqin benar-benar membuat resah seluruh umat Islam di Indoensia.

Namun apa yang terjadi ini, langsung direspon cepat oleh Pihak Kepresidenan. Beberapa jam setelah kejadian ini, pihak kepresidenan, yaitu Presiden melalui Juru Bicara Kepresidenan langsung mengeluarkan pernyataan yang amat menyayangkan masalah ini dan akan langsung bergerak cepat menyelesaikan masalah yang bisa membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, media-media nasional juga tidak tinggal diam menyikapi masalah ini, ulasan mengenai kasus ini langsung berada di halaman depan. Hal ini ternyata diulas khusus oleh stasiun Tv Mettrotivi. Walaupun saluran televisi ini adalah saluran televisi swasta, namun mereka sangat fokus mengenai masalah ini. Ulasan khusus mengenai penyebab dan akar masalah diulas tuntas dengan mendatangkan berbagai macam narasumber, baik itu dari tokoh agama, ekonom sampai politikus.
Malam harinya, Presiden Jkowi tampaknya tidak bisa tinggal diam, setelah melakukan rapat dengan seluruh jajaran kepresidenan, akhirnya Presiden memanggil pihak pers dan melakukan pers release mengenai masalah ini.

Presiden meminta semua jajaran tinggi negara mulai dari MenKoPolHumKam Tedja Chaya, bersama dengan Gubernur Papua, Mendagri, Kepala TNI dan Kepala Polisi Indoensia untuk langsung terbang ke Papua menyelesaikan masalah ini. Bahkan presiden harus membatalkan rencana nonton bareng film Comic 8: Casino Kings dengan keluarga dan anak-anaknya, padahal rencana ini sudah dibuat jauh-jauh hari.

Berikut beberapa poin yang dibuat oleh Presiden adalah sebagai berikut:

  1. Menangkap aktor intelektual yang menjadi penyebab pembakaran.
  2. Meminta Menkopolhumkam dan timnya untuk mencari semua pihak yang bertanggungjawab menentukan acara pihak GIDI, mengingat acara mereka tersebut bertepatan dengan Hari Raya Umat Islam, Idul Fitri, seharusnya pihak GIDI mencari hari lain yang bisa dipakai untuk acara pertemuan internasional mereka.
  3. Mengadili dua orang yang diduga melakukan makar karena melanggar Undang-Undang Dasar 45 pasal 29 tentang kebebebasan beragama, dalam hal ini yaitu melarang umat agama lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.
  4. Membangun ulang Masjid yang dibakar oleh massa secepat mungkin.
  5. Meminta BIN untuk melacak kepastian adanya keterlibatan asing dan segera menindaklanjutinya.
  6. Meminta semua pihak untuk menahan diri  dan bersabar serta jangan terprovokasi mengingat Presiden dan timnya amat sangat intens dan mengawasi setiap perkembangan dari masalah ini karena masalah ini bukan hanya masalah amukan massa semata namun juga menyangkut masalah kehidupan bermasyarakat di Indoensia.
  7. Berterima kasih kepada Mettrotivi yang ikut menyebarluaskan berita ini dan tetap menduduk Mettrotivi untuk selalu memberikan berita terdepan kepada masyarakat Indoensia dan tetap independen dalam penyampaian beritanya. Setiap kritisi yang diberikan akan membantu pengawasan jalannya pemerintahan.

Namun sayangnya berita ini hanyalah berita fiksi di negeri Indoensia saja, bukan di Indonesia,,, dan stasiun TVnya tidak seperti Mettrotivi di Indoensia begitulah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons