SKANDAL PRAJA HAMIL IPDN RIAU, PESTA SESX DI KAMPUS HINGGA HAMIL

SKANDAL PRAJA HAMIL IPDN RIAU, PESTA SESX DI KAMPUS HINGGA HAMIL DIEKSPOS OLEH MENDAGRI, PERILAKU BURUK ADALAH PERILAKU PRAJA SEJAK DI JATINANGOR.

Kasus skandal ini terjadi pada awal tahun 2015 kemarin dimana diketahui ada enam praja  IPDN yang terdiri dari dua praja wanita dan empat praja pria yang melakukan pesta dewasa (se-ks) di dalam kampus.

Dikabarkan bahwa empat praja ini dikabarkan harus selalu melayani nafsu dua praja wanita. Belakangan kasus ini mencuat. Pihak Kampus IPDN Riau yang berada di Bagan Siapiapi, Kabupaten Rohil ini akhir memberhentikan mereka.

Kampus-IPDN-Rokan-Hilir-Rohil

Menurut Direktur IPDN, kebiasaan dua praja perempuan seperti ini adalah prilaku yang mereka bawa dari IPDN Jatinangor. “Keenam praja itu sudah kita pecat. Dua perempuan merupakan praja yang baru pindah dari (IPDN) Jatinangor. W dan R masih tingkat II dan teman satu kamar. Perilaku itu memang sering dilakukan waktu masih di Jatinagor. Kita heran mengapa bisa lulus praja seperti itu,” kata Direktur IPDN Riau Riska Utama kepada Okezone, Selasa (7/7/2015).

“Keenam praja itu sudah kita pecat. Kasus ini terungkap setelah dokter dan rektor curiga atas praja tersebut. Di mana mereka terlihat sering letih, lesu tidak pernah kondisi fit. Setelah dicek oleh dokter ternyata mereka itu ya begituan, seperti kelainan begitulah. Makanya direkomendasikan dan kita sepakat mengeluarkan mereka semua,” ucapnya.

Mencuatnya kasus skandal seks enam praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Riau juga berdampak pada praja lainnya. Para praja ini mengalami tekanan batin atas kejadian memalukan itu.

Hal itu diungkapkan Direktur IPDN Riau Rizka Utama terkait dampak kasus yang mencoreng nama almamater kampus pencetak calon pegawai negeri sipil tersebut.
“Jumlah praja kita ada sekitar 300-an. Mereka mengaku berkecil hati akibat kasus ini. Mereka kurang nyamanlah,” ucap Rizka kepada Okezone, Rabu (8/7/2015).
Sebenarnya kasus itu sempat ditutupi, namun dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman mengatakan, kasus skandal itu berusaha ditutupi oleh pihak kampus dan Pemprov Riau. Namun, kasus itu diungkap langsung Mendagri, sehingga Pemprov Riau harus siap memfasilitasi.

“Kami sudah menutupinya, tapi Mendagri sudah membuka. Apa boleh buat, yang terjadi di IPDN, ya kita siap membantu,” ujar Arsyadjuliandi Rahman.

2 Comments

Add a Comment
  1. Ada gk wanita

  2. Dampak buruk dari perekrutan tanpa penyaringan alias kkn oleh para oknum petinggi daerah ke pada oknum depdagri..hal itu sudah jdi rahasia umum…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons