PRIA 35 TAHUN DI TANGKAP SETELAH MENIKAHI ANAK BERUSIA 6 TAHUN

Menikah tentu telah menjadi jalan hidup seseorang atau manusia, Islam pun menekankan bahwa menikah adalah sunna Rasul dan bagi mereka yang telah menikah berarti dia telah menemukan separuh agamanya.

Namun bagaimana jadinya jika pernikahan itu terpaut sangat jauh di zaman seperti ini. Hal ini terjadi di India, dilansir dari laman metro.co.uk, seorang pria berusia 35 tahun asal India yang juga merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan di Desa Gangrar, di Rajasthan, wilayah India bagian barat telah ditangkap karena ia baru saja menikahi seorang anak gadis yang masih berusia 6 tahun. Pria tersebut bernama Ratan Lal Jat.

Upacara pernikahan Ratan dan anak gadis 6 tahun itu sendiri dilaporkan diselenggarakan pada tanggal 23 juni 2015 di sebuah kuil di Desanya. Polisi setempat menjelaskan bahwa pernikahan yang digelar Ratan ini bersifat rahasia dan hanya dihadiri beberapa saksi saja. Upacara pernikahan digelar sesuai adat setempat yang sering disebut dengan Nata Pratha.

Dalam aturan Nata Pratha, jika seorang pria sudah pernah menikah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang pernah menikah pula dan sang pria mampu membayar kompensasi keuangan, maka keduanya harus menikah. Sedangkan jika sang pria masih lajang, diharapkan ia juga akan menikah dengan wanita yang masih lajang pula sesuai tradisi setempat.

Karena Ratan masih lajang, ia pun menikah dengan anak gadis yang masih berusia 6 tahun. Dilaporkan Ratan telah membayar sejumlah uang kompensasi kepada keluarga mempelai wanita yang sampai saat ini belum diketahui jumlahnya.

Meski tidak dianggap melanggar hukum adat atau tradisi setempat, menurut polisi apa yang dilakukan Ratan justru melanggar Undang-Undang (UU) tentang Larangan Pernikahan Anak. Pernikahan antara Ratan dan gadis 6 tahun ini diketahui oleh kepolisian setempat setelah foto-foto pernikahan mereka tersebar di jejaring sosial.

Salah satu juru bicara kepolisian yaitu Gyanendra Singh mengatakan bahwa, “Kami menemukan Ratan menikahi anak gadis yang masih berusia belia ( di bawah umur) sesuai adat tradisional. Tapi, ini adalah pernikahan yang dilarang sesuai UU tahun 2006 tentang Larangan Pernikahan Anak. Kami tetap harus melakukan penangkapan atas dirinya dan berharap pernikahan seperti ini tidak terjadi lagi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme