PEKERJA MUSLIM DAN NON-MUSLIM BANGUN MASJID BERSAMA

Bagi sebagian orang bekerja di bawah terik matahari saat Ramadan menjadi sebuah tantangan. Apalagi jika pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan berat seperti di lokasi pembangunan. Biasanya, para pekerja akan mengeluh merasakan tenggorokan kering dan kepala pusing. Ini akibat tidak minum dan makan sementara harus bekerja hingga jam 12 siang.

Tetapi, di lokasi pembangunan masjid baru di Dubai Marina, hal itu tidak akan terjadi. Setiap jam 11:30, dua lusin pekerja yang berasal dari India, Pakistan dan Bangladesh terlihat menunggu bus yang akan mengangkut mereka kembali ke barak.

Tak satu pun dari para pria itu mengatakan Ramadan adalah sebuah tantangan. “Ini bagian dari kehidupan kita, bagian dari siapa kita,” kata mereka.

Beberapa tersenyum. Mereka mulai bekerja pada 6 pagi dan berakhir pada 12 siang dan beberapa dari mereka yang non-Muslim bekerja sambil berpuasa.

Masjid baru yang dibangun di Marina itu berwarna putih. Dalam dua minggu terakhir, pembangunan masjid dipercepat. Satu menara telah dipasang di tempatnya. Dan setidaknya 16 kubah berukuran besar dan kecil telah dicat dengan warna emas.

Mahir Ali, penjaga keamanan kelahiran Swat, Pakistan sudah bekerja di tempat tersebut sejak 2012. Dia enggan memberikan izin wartawan surat kabar mendekati masjid.

Dia hanya memberikan jawaban pendek karena sudah kebijakan dari perusahaan konstruksi tempatnya bekerja.

“Kami baik-baik saja, pembangunan ini semua baik. Tidak ada perbedaan nyata antara bekerja selama bulan Ramadan dengan hari biasa, kecuali jika hari biasa kurang ketat,” katanya.

Hal senada dikatakan Amrit Singh, seorang penganut Sikh. Pria yang berasal dari Hoshiapur dan baru delapan bulan berada di Dubai ini mengatakan tidak ada perbedaan perlakuan bagi setiap pekerja.

“Ya, Hindu dan Muslim bekerja sama. Ya, itu semua baik-baik saja. Kami bekerja seperti saudara, ini adalah teman-teman kita, dan kita saling menjaga,” kata Amrit.

Secara umum, mereka tampaknya bangga bisa bekerja membangun sebuah masjid. Banyak dari mereka tidak malu untuk mengungkapkan itu. Salah satu dari mereka mengatakan masjid ini akan menjadi struktur yang indah ketika selesai.

Lalu Yadav dari Bihar mengatakan pekerjaan pembangunan masjid akan selesai tidak lebih dari enam bulan. Dia berada di sini selama delapan tahun.

Yadav mengatakan dia melihat perubahan kota Dubai, bukan hanya selama bulan Ramadan. Dia ingat, dulu, ketika istirahat selama Ramadan waktunya satu jam, yang kemudian menjadi dua jam, dan sekarang menjadi tiga jam di siang hari.

“Banyak hal yang patut disyukuri,” katanya.

Hal seperti ini memang sangat baik dalam menjaga kerukunan diantara umat beragama. Tak hanya itu semangat para pekerja tersebut juga patut dicontoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015