ASSIRY JASIRI BUAT KALIGRAFI DARI BAHAN BEKAS BEHARGA MAHAL

Seorang pelukis kaligrafi Islam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memiliki ide unik dalam membuat karya lukisan kaligrafinya. Dengan memanfaatkan sampah yang tidak terpakai, dia memperindah karya lukisan kaligrafinya.

Adalah Muhamad Assiry Jasiri yang memiliki ide unik tersebut. Menurut Assiry, pemanfaatan bahan sampah dalam setiap karya lukisan kaligrafinya dimulai sejak tahun 2000-an.

Assiry mengatakan, sampah yang digunakan bertujuan untuk memudahkan proses membuat karya senia kaligrafi yang biasanya dibutuhkan lukisan timbul. Untuk itu, dia mencoba, memanfaatkan beberapa bahan yang selama ini menjadi sampah tak berguna, seperti kertas dos bekas, karung plastik, daun kering, tali ijuk dan beberapa bahan tak berguna lainnya.

Beberapa bahan sampah, kata dia, bisa menciptakan tekstur unik sehingga memperindah lukisan kaligrafi. Meskipun terdapat beberapa material sampah, lanjut dia, hasil karyanya tetap dihargai tinggi.

“Pemanfaatan bahan sampah juga lebih hemat dan berupaya mengkampanyekan daur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna,” kata Assiry yang juga pemilik Galeri Asiri Art, di Kudus, Minggu (28/6).

Berkat karyanya ini, dia mengaku, beberapa waktu lalu, berhasil menjual karya lukisan kaligrafinya hingga Rp 10 juta per buah. Sementara harga lukisan kaligrafi yang paling murah, kata dia, sekitar Rp 1 juta.

Harga setiap hasil karya lukisan kaligrafinya, disesuaikan dengan ukuran dan tingkat kesulitan dalam pengerjaannya. Dengan memanfaatkan sejumlah material sampah, lanjut dia, dirinya juga ingin memudahkan orang mengenal dirinya karena selama ini jarang lukisan kaligrafi jarang ditemui yang memanfaatkan bahan sampah.

Untuk memasarkan kreativitasnya itu, dia mengakui, masih menghadapi kendala mengingat masyarakat di Kota Kudus belum terlalu berminat dengan hasil lukisan kaligrafi yang harganya memang tidak murah. Meskipun demikian, lanjut dia, sejumlah upaya dilakukan, salah satunya lewat pagelaran pameran seni lukis kaligrafi.

“Hasilnya memang cukup bagus karena banyak yang berminat dengan lukisannya,” ujarnya seperti dikutip dari antara.

Keberadaan media internet yang hampir menyasar seluruh lapisan masyarakat, kata dia, ikut dimanfaatkan untuk memasarkan produknya dan hasilnya memang cukup bagus karena ada yang membelinya. Untuk memasyarakatkan seni lukis kaligrafi islami, dia juga mencoba memasarkan produknya itu di rumah makan yang dibangun di Jalan Lingkar UMK Kudus yang dikemas bernuansa seni dengan perpaduan panorama alam sekitar.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*