47 DETIK, INI RUTE PENERBANGAN KOMERSIAL TERSINGKAT

Rute penerbangan memang sudah ditentukan dan ada aturannya, dan rute penerbangan harus di miliki setiap maskapai komersial. Untuk jarak tempuh dan lama rute penerbangan dari suatu ke tempat lain memang memiliki jangkauan berbeda-beda baik itu jauh atau dekat, antar kota, antar provinsi, antar pulau, antar negara bahkan antar benua.

Dengan banyaknya kejadian yang memprihatinkan di dunia penerbangan karena banyaknya insiden jatuhnya pesawat komersial akhir-akhir ini membuat orang ingin menempuh rute yang singkat dan tanpa halangan, namun kembali semua itu sudah tentu sesuai dengan tujuan kita, pesawat jenis apa yang di tumpangi dan juga factor cuaca.

Namun anda percaya atau tidak, jika jalur penerbangan komersial yang satu ini cuma perlu ditempuh dalam waktu 47 detik saja. Penerbangan komersial terpendek di dunia ini menghubungkan dua daratan yang menjadi bagian Orkney Islands, yaitu Westray dan Papa Westray, di sebelah utara Skotlandia.

Dilaporkan Amusing Planet, kedua pulau mungil tersebut hanya dipisahkan oleh perairan selebar 2,7 kilometer. Sebenarnya, durasi penerbangan dari Westray ke Papa Westray atau sebaliknya adalah 2 menit. Tetapi jika kondisi angin ideal penerbangan dapat ditempuh dalam waktu 47 detik saja.

Penerbangan ini dioperasikan oleh Loganair. Bandar udara dan kapal yang mereka gunakan sangat sederhana. Jadwal penerbangannya pun terbatas. Hanya beberapa kali seminggu selama musim panas.

Loganair memperkenalkan penerbangan super singkat dan terbatas ini bagi para wisatawan pada tahun 2011. Sasarannya adalah para wisatawan yang ingin mengunjungi Westray atau Papa Westray. Biasanya mereka hanya berkunjung sebentar dan kembali ke pulau utama.

Pertanyaan yang paling sering muncul di benak banyak oranga adalah “Kenapa harus penerbangan?” Bukankah akan lebih ekonomis jika perlanan ditempuh dengan jasa kapal feri atau dengan membangun jembatan?

Rupanya, perairan yang memisahkan Westray dan Papa Westray tidak cukup dalam sehingga tidak memadai untuk penyeberangan dengan kapal feri. Selain itu, membangun jembatan juga bukan solusi yang realistis. Pasalnya kedua pulau tersebut juga sangat jarang dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons