BUPATI MUSIBANYUASIN IKUT TERLIBAT?

Bupati Muba harus bersiap menghadapi KPK beberapa hari ke depan dan bukan tidak mungkin nasib orang nomor satu di Musi Banyuasin ini akan berakhir seperti Romi Herton.

Selain melakukan penggeledahan, KPK juga mengajukan pencekalan terhadap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Pahri Azhari terkait operasi tangkap tangan (OTT) dalam praktik suap.

“Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP menjelaskan, KPK belum bisa menceritakan perihal inisiator suap untuk pemulusan persetujuan pembahasan APBD Perubahan Pemkab Musi Banyuasin 2015, namun tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan orang nomor satu di Muba, yakni Bupati Muba Pahri Azhari.

5

“Inisiator sedang di dalami,” ujar Johan Budi Sabtu (20/6/2015).
Saat ini KPK belum mempunyai cukup saksi maupun bukti untuk mengaitkan temuan mereka dengan Bupati Muba.  Untuk melengkapi berkas penyelidikan mereka, pihak KPK telah menyiapkan surat pencegahan bepergian ke luar negeri ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk Bupati Muba, Pahri Azhari. Surat tersebut akan dikirimkan ke Ditjen Imigrasi pada Minggu (21/6). “Surat pencekalan Bupati Muba sudah ada. Besok dikirim,” ujar Johan Budi kepada Tribun.

Karena kasus ini masih dikembangkan, Johan belum bisa menyampaikan ada atau tidaknya perintah atau keterkaitan Bupati Muba terhadap penggelontoran uang miliaran rupiah untuk pemulusan APBD Perubahan Kabupaten Muba itu. Hal itu juga termasuk terhadap ada atau tidak keterlibatan Ketua DPRD Muba, Raymond Iskandar.

Pada Jumat (19/6) kemarin KPK melakukan operasi tangkap tangan di Musi Banyuasin dan menangkap dua anggota DPRD yakni Bambang Karyanto (BK) dari Fraksi PDIP dan Adam Munandar (AM) dari Fraksi Gerindra. Selain itu, KPK juga menangkap dua kepala dinas Syamsudin Fei (SF) yang merupakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Fasyar sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Ketika dilakukan OTT ditemukan di TKP sebuah tas warna merah maroon. Tas itu berisi pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dalam bentuk rupiah. Jumlahnya sementara ada sekitar Rp 2,56 miliar. Penangkapan dilakukan di kediaman Bambang di Jl Sanjaya Alang-alang. Motif penyuapan terkait pembahasan RAPBD.

Updated: June 21, 2015 — 2:55 pm

1 Comment

Add a Comment
  1. untunglah..ku dak miluk milih eh..jdi ku dak miluk nyensarakan rakyat2 MUBA..sanga desa khusus eh..MATI KABA..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons