INILAH YUDI NUGRAHA SANG PEMBUAT LIONTIN PANCAWARNA CINDERAMATA KAA 60

Booming batu akik terasa hingga pergelaran Konferensi Asia Afrika (KAA)  di Bandung. Sebanyak 109 kepala negara yang hadir telah mendapatkan liontin dari batu pancawarna. Namun setelah KAA itu sudah di gelar masih banyak masyarkat yang belum tahu siapa yang menerima borongan pembuatan liontin dari batu akik pancawarna tersebut. Yudi Nugraha, adalah raja batu akik asal Garut, Jawa Barat, yang di pilih atau di percaya oleh Ridwan Kami untuk membuat atau membentuk liontin yang di berikan kepada ibu-ibu negara perwakilan KAA 60 tahun di Bandung. Lasminingrat Gemstone merupakan workshop yang menjadi tempat pembuatan liotin batu akik tersebut. Dalam workshop batu akik tersebutlah dalam kurung waktu yang singkat atau hanya beberapa hari Yudi dan anak buahnya harus lembur untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Biasanya workshop di Kampung Pedes, Desa Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, itu sudah sepi pada sore hari. Namun, Sabtu lalu (11/4), sampai pukul 20.00, aktivitas masih ramai. Seorang pekerja tampak dengan hati-hati menjalankan mesin pemotong untuk membelah batu. Pekerja lainnya terlihat sibuk membolak-balik batu hitam kecokelatan untuk mencari motif yang terbaik.

”Kami terpaksa lembur karena sepuluh hari lagi batu-batu ini sudah harus menjadi liontin. Semuanya akan dibagikan kepada 109 kepala negara yang hadir di KAA pada 24 April,” kata Yudi Nugraha, pemilik Lasminingrat Gemstone, saat ditemui di rumahnya saat pembuatan liontin tersebut. Yudi dan anak buahnya tidak punya banyak waktu untuk menyelesaikan order istimewa itu karena bongkahan batu baru datang Sabtu pagi. Sebelumnya, Kamis, batu tersebut dibawa ke Bandung untuk diperlihatkan kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

”Beberapa teman saya seperti Dicky Candra (mantan wakil bupati Garut) dan Oni Suwarman (anggota DPD) yang mengantarkan ke Pak Wali Kota. Kebetulan saya sedang sakit,” papar Yudi.

Ridwan Kamil cukup surprise saat melihat kiriman batu seberat 60 kilogram tersebut. Sebab, pancawarna bukanlah batu sembarangan. Batu jenis itu termasuk batu mulia yang sangat langka. Bahkan, keluarga kerajaan Inggris terlihat sering memakai batu pancawarna untuk anting atau cincin.

Setelah batu akik itu di serah kan kepada Ridwan Kamil, Akang Emil yang menjadi sapaan akrabnya sangat puas dengan hasil bentukan liontin dari Yudi, Yudi begitu pandai membentuk batu akik tersebut tanpa merusak motif batu tersebut. Dampak dari pembuatan liontin tersebut kini Yudi nampaknya akan kebanjiran job di workshopnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons