BACAN DOKO BLUISH GREEN DIMINATI DI PAMERAN BATU AKIK PURWAKARTA

Batu akik masih menjadi aksesoris yang banyak digandrungi masyarakat. Berbagai pameran batu akik pun sudah digelar di sejumlah daerah di Indonesia salah satunya adalah pameran batu aki di Purwakarta.

Festival atau pameran batu akik yang di gelar Purwakarta sejak Selasa (28/4/2015) dan berakhir 3 Mei 2015 sungguh ramai dikunjungi warga yang ingin mengetahui dan berburu batu akik yang ingin mereka miliki. Hal ini memang sudah di prediksi oleh Bupati Purwakarta sebelum pameran ini digelar. Dedi Mulyadi yakin acara tersebut akan menjadi perhatian para penggemar batu akik di seluruh Indonesia dan tentu akan ramai sekali. Apalagi kegiatan ini akan terintegrasi dengan pameran budaya Purwakarta lainnya.

“Kegiatan ini tentu sangat mendukung budaya kita,” kata Dedi, Jakarta, Jumat (24/4).

Sama seperti Pameran di kota atau kabupaten lainnya, pameran batu akik di Purwakarta ini juga lengkap dengan hadirnya berbagai batu akik dari berbagai daerah terutama batu akik asal kota itu Purwakarta itu sendiri yang baru di temukan beberapa bulan lalu. Penyajian batu akik yang berasal dari daerah Purwakarta tesebut nantinya akan di beri nama dan di patenkan pada pameran tersebut.

“Rencananya, batu akik Purwakarta ini akan diberikan nama saat pameran nanti oleh Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi,” kata Purwanto.

Salah seorang warga Rama (34) warga Sindangkasih mengaku terhibur dengan adanya festival batu akik yang diselenggarakan oleh Pemkab Purwakarta ini. Menurut dia, festival batu akik ini setidaknya dapat menambah khazanah batu bagi masyarakat khususnya warga Purwakarta.

“Ternyata pameran batu akik di Purwakarta ini sangat lengkap. Berbagai batu akik dari berbagai daerah ada di sini,” katanya.

Berdasarkan penelusuran “PRLM” di semua stand yang ada sekitar 45, semua mata tertuju pada salah satu stand Kedai Bacan Bandoeng (KBB) milik H. Bagas asal Cimahi. Di Stand KBB itu dipajang berbagai jenis batu akik bacan termasuk bahan mentah batu bacan.

Pasalnya, di stand tersebut terdapat bahan batu bacan bluish green ukuran sekitar 1 kilogram yang ditawarkan dengan harga Rp 150 juta. Batu bacan atau Chrysocolla ialah batu permata asli dari pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Saat ini batu bacan doko lagi ngetrend di berbagai daerah, harganya yang terbilang cukup mahal.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*