Dani Bikin Watang Akik/Ring Cincin dari Tempurung Kelapa

TREN cincin batu akik masih terus menggeliat di Tasikmalaya. Beragam jenis batu akik hasil karya perajin dadakan terus bermunculan. Bahkan kini ragam cincin mulai merambah ke jenis watang. Tidak hanya terbuat dari titanium ataupun perak, tetapi dibuat bahan baku tempurung kelapa.

Bentuknya tak kalah menarik dari logam. Bahkan watang tempurung kelapa yang mulai dirintis sejak empat bulan lalu itu, kini mulai banjir penggemar. Watang unik ini hasil kreasi Dani Ramdani (35), seorang tukang tambal ban yang biasa mangkal di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya.

Walau hanya sebagai tukang tambal ban, namun kreativitas Dani dalam membuat watang batu akik dari tempurung kelapa boleh diacungi jempol. Setiap hari ia bisa memproduksi watang yang tingkat kesulitannya cukup tinggi itu, antara dua sampai empat buah, tergantung model yang diinginkan.
“Model yang biasa-biasa saja bisa dibuat hingga empat watang dalam sehari. Tetapi kalau yang lebih unik membutuhkan waktu. Mungkin sehari hanya bisa dua buah saja,” tutur Dani, saat ditemui di lapak tambal bannya, Senin (27/4).

Satu watang terbuat dari dua ring tempurung. Membuat ring seukuran jari bukan hal mudah. Tempurung dilubangi dengan menggunakan pisau. “Saya pernah mencoba menggunakan gergaji triplek tetapi tempurung mudah patah. Jadi harus menggunakan pisau yang ujungnya tajam. Butuh kehati-hatian dan cukup menguras tenaga,” jelas bapak beranak dua ini.

Setelah dua ring selesai dibuat kemudian digabungkan dengan lem keras. Kedua ujung ring bagian bawah disatukan dan bagian atas direnggangkan untuk menyimpan tempurung tempat memasang batu akik. Selanjutnya dibuat pernik-pernik untuk memperindah watang. Langkah terakhir mengecatnya dengan pernis.
Hingga kini Dani sudah berhasil membuat lebih dari 250 watang. Setiap watang dijual dengan harga Rp 50.000-Rp 100.000 per buah, sesuai tingkat keunikan dan kesulitan pembuatannya. Stok watang nyaris tidak ada karena begitu selesai dibuat sudah ada yang menunggu.

Sayangnya produksi watang unik buatan suami dari Ranika (23) ini tak bisa diproduksi secara massal. Pasalnya, dari setiap watang yang dibuat harus sudah tersedia batu yang akan dipasangnya. “Beda dengan watang titanium, watang tempurung ini tak memiliki tanduk-tanduk pengikat batu akik yang tinggal ditekukkan. Tetapi harus dipasang dulu batu baru ditempeli tanduk-tanduk,” jelas Dani.

Padahal, sudah beberapa orang datang memesan watang dengan jumlah hingga berkodi-kodi. “Terpaksa saya tolak karena watang tempurung ini baru bisa dibuat jika batunya sudah ada. Sebenarnya batu bisa saja dilem keras di atas watang oleh si pembeli. Tapi rasanya kurang artistik jika tidak ada tanduk-tanduk pengikatnya. Tapi masalah ini menjadi PR bagi saya demi peningkatan usahanya,” imbuh Dani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme