Aliran Sungai Mida Menjadi Sumber Batu Akik Di Nias Utara

Sungai Mida Desa Laehuwa Kecamatan Alasa Talumuzoi  Kabupaten Nias Utara  merupakan sungai yang memiliki potensi sumber batu akik yang sangat  unik.

Salah seorang warga setempat  merupakan Kepala Dusun III Desa Lauhewa Kecamatan Alasa Talumuzoi Elifati Mendrofa saat dijumpai di kediamanya, beliau mengatakan empat bulan belakangan ini masyarakat luar dari berbagai asal mendatangi sungai mida dengan mengumpulkan batu akik untuk  dibawa pulang. Karena di sungai itu banyak terdapat batu yang menurut warga unik untuk dijadikan batu akik.

“kami masyarakat setempat ini merasa rugi, kapan lagi menikmati potensi alam disini, keinginan kami adalah siapapun tamu yang datang untuk mencari batu akik, ya,,,beli  langsung melalui rumah warga jangan langsung-langsung saja, kapan lagi ekonomi masyarakat  meningkat sementara harga karet anjlok,” Ucapnya.

Ditempat terpisah, Melifati Mendrofa saat dijumpai langsung di sungai mida  menjelaskan   alasan masyarakat  memasang  tulisan larangan  pengambilan batu akik disungai ini karena dianggap  merusak  lahan perkebunan kami seandainya  masyarakat luar terus mondarmandir  masuk di  area perkebunan milik warga   untuk mengumpulkan batu akik disungai mida. Tapi akibat banyak motor yang masuk yang menyusuri jalur perkebunan mengakibatkan jalanan menjadi rusak dan banyak tanaman warga jadi rusak.

“Siapapun yang datang didesa kami boleh, tapi maunya kami jangan langsung saja mencari batu akik disungai mida, kalau ingin memiliki batu akik beli langsung di rumah warga supaya  pendapatan  kami disini meningkat apalagi  masyarakat  dipelosok desa  ini mayoritas berpenghasilan dari kebun karet ditambah harga karet anjlok,” Tegasnya.

Karena untuk menyiasati turunnya harga karet warga berharap akan mendapatkan tambahan uang dari menjual batu akik walau sedikit – sedikit tapi lumayanlah untuk keperluan dirumah. tapi kalau lagi bruntung bisa lebih dari cukup dan malah lebih dari penghasilan bertani karet. Harapan warga agar musim batu tidak cepat habis karena kalau tidak mereka akan kembali menggantungkan prekonomiannya lewat berkebun karet.

Melifati berharap agar Pemerintah Kabupaten Nias Utara melalui Instansi terkait  maupun Pemerintah Kecamatan dapat merespon  keluhan masyarakat  Desa Laehuwa  demi meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme