TRADISI MEMOTONG HEWAN SAAT PENAMBANG MENDAPAT BATU SPIRTUS SENILAI JUTAAN

Inilah yang dilakukan para penambang batu akik apabila dalam kelompok mereka ada yang mendapatkan rezeki menemukan batu akik yang bernilai jutaan maka akan digelar acara potong hewan. Entah ini sudah dilakukan kesepakatan atau hanya kebetulan saja namun hal ini sudah berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini di anggap mereka sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang di dapat mereka pada saat menambang batu akik.

“Ini buka ritual tapi hanya wujud rasa syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada bumi, karena dari perut bumi ini Tuhan memberi rezeki,” kata seorang penambang batu akik di Desa Simpangempat yang tergolong senior.

Sementara menurut Kepala Desa Simpangempat Sarwanto (47), tradisi memotong hewan ini dimulai dari saat penambang mendapat batu sepritus yang laku dijual Rp 5 juta. Biasanya hewan yang dipotong ayam. Apabila sudah dapat bahan batu akik diatas Rp 10 juta maka hewan yang dipotong adalah kambing. Pemotongan hewan dilakukan di lubang tempat batu bagus itu ditemukan penambang.

Selanjutnya dilakukan acara memasak dilokasi tambang oleh penambang yang sedang mendapat rezeki. Setelah matang akan dinikmati bersama termasuk membagi teman-teman lainnya yang ada disatu lokasi.

Acara seperti itu tengah berlangsung saat Sriwijaya Post datang ke lokasi tambang. Ada satu tim penggali yang sedang membakar ayam, sementara tidak jauh dari tungku tempat membakar ayam di lubang penggalian yang sudah tertutup sebagian masih terlihat bekas ceceran darah ayam. Setelah ditelisik rupanya di lubang galian itu beberapa hari lalu ada penambang yang mendapat bahan batu sepritus yang laku dijual Rp 5 juta.

Namun uniknya, saat ditanya siapa yang beruntung mendapat batu yang bagus tersebut, tak seorang penambang pun yang buka mulut. Jadi jangan harap dapat mengetahui nama orang yang beruntung itu.

Diantara sesama penambang ada semacam kesepakatan yang tidak tertulis untuk merahasiakan identias penambang yang sedang beruntung. Tidak tahu apa alasannya kenapa mereka sangat menutupi identitas penambang yang lagi hoki, apa dengan pertimbangan keamanan, atau untuk mengangkat harga batu yang ditemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons