BATU AKIK BACIN DI JULUKI SAINGAN BATU AKIK BACAN

Nama-nama batuk akik semakin hari semakin bermunculan, dan nama-nama itu entah dari mana di temukan. Memang ada yang berasal dari daerah, warna batu, corak  batu bahkan nama penemunya pertama kali. Dan kini ada lagi nama yang hampir mirip dengan nama batu akik yang sudah ternama yaitu batu akik Bacan. Dan nama Batu akik tersebut diberi nama batu akik Bacin yang berasal dari Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan. Batu ini  memiliki keunikan pada coraknya. Kini Bacin banyak diburu penggemar batu akik dari berbagai daerah untuk dikoleksi.

“Batu ini hanya ada di daerah Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, daerah lain tidak ada,” kata Ketua Gemstone Kuningan, Andi Siswandi, kepada Tempo, Jumat, 24 April 2015.

Penjualan bacin ternyata mengalahkan penjualan batu bacan. Dalam sebulan omzet penjualan bacin mencapai puluhan juta, sedangkan bacan hanya satu atau dua buah saja. “Saya optimistis penjualan bacin sekarang justru naik daun dibanding bacan atau jenis lainnya,” kata Andi.

Ciri khas batu ini pada warna orange yang menyerupai warna merah oncom khas Bandung. Tidak heran ketika batu ini dikenalkan pertamakali disebut batu badar oncom. Namun Bacin di Jabodetabek dikenal sebagai Pancawarna Kuningan atau batu Arya Kamuningan.

Batu ini memiliki berbagai warna seperti orange, kuning, merah, cokelat, putih susu, bening, hitam, abu-abu dan warna lainnya. Motifnya naga, ular, semar, lidah rollingstone, burung, gunung, bunga dan lainnya.

Hargapun bervariasi antara 100 ribu sampai Rp 15 juta tergantung motif, batu cincin, batu liontin dan ikatan batangnya.

Untuk mendapatkan batu Ciniru tidaklah mudah. Orang luar tidak bisa mencari batu ini secara langsung melainkan harus beli melalui warga sekitar, wilayah ini sekarang menjadi sentra home industry batu akik setahun terakhir. “Harganya bervariasi dari mulai 100 ribu sampai 1 juta perkilogramnya, ada juga yang menjual sudah jadi,” kata Anton Julianto, salah seorang pengrajin batu akik.

Lain halnya dengan Agus Rahman, seorang penggemar batu akik. Agus menilai kekerasan bacin masih kalah dengan batu lainnya. “Untuk motif dan warna bagus, tapi kekerasan kurang, namun tetap unik,” tutur Agus. Dia hanya memiliki dua buah Bacin, koleksi lainnya yakni batu lumut merah wonosari, pirus daun Persia dan topaz.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*