BATU AKIK SEBERAT 1 KWINTAL AKAN DI LELANG DI KAWASAN GUNUNG BROMO

Kembali Batu akik ukuran cukup besar menjadi perbincangan hangat, sebenarnya memang bukan kali ini saja di temukam batu akik cukup besar di temukan, batu akik ukuran besar pernah di temukan di hutan lindung aceh dengan ukuran super besar 20 ton. Dan sejak saat itu banyak juga batu-batu akik dalam bongkahan cukup besar di temukan di tempat-tempat yang memang memiliki potensi adanya batu akik. Dan baru-baru ini juga telah di tunjukkan batu akik hasil temuan seoarang warga bernama Digdoyo. Batu tersebut  sangat indah dan beratnya berkisar 90 hingga 100 kg di dalam goa kawasan Gunung Bromo antara Desa Ngadas-Sambikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin mengatakan pihaknya berniat melelang bongkahan batu akik seberat hampir satu kuintal atau seratus kilogram di Gunung Bromo.

Digdoyo mengaku ialah yang pertama kali menemukan bongkahan batu itu, yang selanjutnya dia namai Bromo Blackstone. Batu berwarna hitam itu ditemukan pada Jumat pukul 14.17 WIB dalam sebuah goa di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut. “Batunya akan saya lelang. Ada yang berani menawar Rp 40 juta,” kata Digdoyo.

Menurut dia, selain melelang, dirinya akan memperkenalkan temuan batu akik tersebut ke masyarakat. “Dengan launching ini diharapkan batu tersebut bisa menjadi ikon Bromo,” ujarnya.

Digdoyo mengaku telah diberitahu oleh seorang ahli geologi bahwa batu-batu seperti yang dia temukan itu banyak tersebar di sekitar kawasan Gunung Bromo. “Saya mendapat informasi ini sejak setahun yang lalu,” ujarnya.

Hingga beberapa waktu lalu Digdoyo mengajak tiga orang rekannya mengambil batu tersebut di dalam goa. Ada cerita berkaitan dengan mistis ketika mereka hendak mengambil batu akik tersebut, karena dalam proses pengambilan batu itu, dua rekannya sempat kerasukan makhluk halus. Seakan makhluk halus penunggu goa tersebut tidak rela bahwa batu akik itu mereka ambil namun mereka tetap berusaha mengambilnya.

Usaha mereka tetap di lanjutkan karena mereka telah memiliki keinginan kuat untuk membawa bongkahan batu itu pulang.

“Kami harus melakukan ritual untuk mengambil batu itu,” kata Digdoyo.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme