AB TERTANGKAP KARENA MELAKUKAN TRANSAKSI TUKAR BATU AKIK DENGAN NARKOBA

Lagi-lagi contoh yang tidak baik di lakukan seorang warga di era booming batu akik seperti sekarang ini. Ya peluang yang besar di depan mata dimanfaatkannya untuk berbisnis batu akik dengan cara haram atau ilegal. Betapa tidak batu akik yang  digunakan sebagai bahan perhiasan ternyata digunakan sebagai alat untuk membeli sabu. Hal ini pasti membuat banyak orang geram karena masih ada saja orang yang melakukan perbuatan yang justru merusak atau merugikan diri dan orang lain. Sebelumnya ada juga kasus pencurian batu di makam, pencurian batu di tempat pameran dll.

Pembelian narkoba menggunakan batu akik ini dilakukan oleh AB (40), seorang pengedar narkoba.

AB yang merupakan warga Kampung Ciherang, Desa Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, ini membeli 2 gram sabu dari Jakarta dan membayarnya menggunakan bongkahan batu akik seberat 10 kilogram.

Para polwan berbaju kebaya mengamankan tiga tersangka pengedar dan pengguna narkoba di Mapolres Garut, Selasa (21/4)

Menurut pengakuannya, AB menjadi pedagang batu akik setelah keluar dari penjara pada 2008. Namun, AB kembali tergiur untuk menjadi pengedar narkoba karena desakan ekonomi. Menjadi pengedar narkoba, dinilai lebih menguntungkan.

Wakapolres Garut Kompol Irfan Nurmansyah mengatakan AB ditangkap pada 14 April 2015 di rumahnya. Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti berupa lima paket kecil sabu dengan total nilai Rp 1,5 juta.

“Kami menangkap tersangka setelah dilakukan penyelidikan atas laporan warga. Di rumahnya, di lantai kamar tidurnya, ditemukan lima paket kecil sabu. Tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Garut,” kata Wakapolres, Selasa (21/4).

Dijelaskannya, AB menukar bongkahan batu akik dengan sabu-sabu kepada tersangka berinisial M asal Jakarta.

Selain AB, Satuan Narkoba Polres Garut pun menangkap tersangka pengedar dan pengguna narkoba lain, yakni AS warga Kampung, Mekarsari, Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, dan AI (30), Warga Kampung Cihuni, Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan.

Para tersangka diancam Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 dalam Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena memiliki, menyimpan, menguasai, membeli, dan menerima narkotika golongan I.

Berdasarkan undang-undang tersebut, mereka diancam hukuman penjara selama minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun atau denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015