KARTINI DI BENGKULU ERA DEMAM BATU AKIK, DEMI MENGHIDUPI KELUARGA

 

Selain Santi yang merupakan perempuan cantik yang berprofesi sebagai pengasah batu akik, kini di daerah bengkulu pun banyak terdapat Kartini-kartini yang juga berprofesi sebagai pemburu, pengasah bahkan penjual batu akik. Setiap perempuan adalah Kartini bagi keluarganya. Sebut saja ada  Sherli Marlianti (38). demi menambah pendapatan keluarga atau bisa dikatakan menambah pundi-pundi rupiah untuk menghidupi keluarganya, Sherli bersama ibu-ibu lainnya yang berasal dari Kampung Kelawi Kota Bengkulu itu menjajal pekerjaan yang biasa dilakukan para kaum adam.

“Saya tidak pernah belajar khusus mengasah batu akik ini. Kebetulan kakak ipar saya sering membawa bahan batu dari Kabupaten Bengkulu Utara dan punya alat asah dan gerinda pembelah batu,” ujar Sherli di sela-sela waktu mengasah batu di teras rumahnya, Bengkulu, Senin (21/4/2015).

“Saya beranikan diri untuk mencoba dan sekarang sudah banyak order yang masuk,” imbuh janda 3 anak yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Bengkulu itu.

Meski sendirian menghidupi ketiga anaknya, namun dia mengaku mampu. Apalagi Sherli juga memiliki usaha lain, yakni menyewakan pelaminan untuk kebutuhan pesta perkawinan. Walaupun akhir-akhir ini usahanya sepi peminat.

Namun Sherli tak patah arang. Dia juga berupaya memberdayakan beberapa perempuan tetangganya untuk bersama-sama mengais rezeki dari order mengasah batu akik.  Sherli bangga bisa berbagi.

“Ini adalah anugerah. Saya teringat bagaimana ibu saya membesarkan dan menyekolahkan kami dengan segenap tenaganya, apapun dia lakukan,” ujar dia.

“Asalkan kami anak-anaknya bisa bersekolah dan menjadi orang yang bertanggung jawab,” tutur Sherli sambil menerawang ke atap teras rumahnya yang sudah lusuh.

Ya untuk Sherli memang tak salah jika harus mengais rezeki sebagai pengasah batu akik, karena pekerjaan ini juga halal asal tak disalah gunakan seperti yang banyak dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab beberapa waktu belakangan ini, hanya saja kodrat dia sebagai perempuan janganlah di tinggalkan karena mereka adalah perhiasan bagi suaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons