TERKANDUNG LOGAM MULIA, BONGKAHAN BATU AKIK INI DI HARGAI 250 JUTA

Demam batu akik masih melanda Indonesia. Berbagai pameran dari setiap provinsi, kota, daerah masih banyak diselenggarakan. Dan setiap pameran selalu menghadirkan topic berita yang hangat. Karena setiap pameran batu akik selalu punya cerita, baik adanya batu-batu paling unik, batu dengan motif indah, batu akik langkah hingga batu akik yang dibandrol dengan harga selangit. Selain itu pameran juga sering dihadiri orang-orang penting seperti pejabat Negara, Provinsi maupun Kota tak jarang para artis pun turut meramaikan pameran.

Namun yang paling sering menjadi topik berita adalah tentang harg-harga batu akik yang membumbung tinggi. Memang alasan para penjual memberikan harga tinggi selangit bukan semata karena uniknya saja tapi bisa juga karena batu tersebut terkandung bahan-bahan mulia seperti emas. Dan salah satu batu akik yang memiliki harga tinggi dan memang mengandung logam mulia kemarin di pajang dan ditawarkan di Pameran Balai Panjang Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Batu tersebut adalah milik salah satu pemilik stand batu akik bernama Said. Batu akik tersebut berjenis  Badar Emas dari Raja Ampat, Papua Barat Said, mengatakan, batu yang masih berbentuk bongkahan sebesar kepalan tangan ini dibanderol Rp 250 juta.

“Yang ini (bongkahan) Rp 250 juta, kalau yang udah jadi cincin paling mahal Rp 25 Juta,” ujar Said yang mengaku berasal dari Sorong.

Menurut dia, mahalnya batu akik jenis Badar Emas disebabkan karena adanya kadar logam mulia yang ada di dalamnya.

“Ada campuran emasnya,” ujar dia.

Pameran batu akik yang dilaksanakan pada hari ini diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMP-Indonesia). Rencananya, malam ini, pembina HMP-Indonesia Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto akan memaparkan konsepsi pemberdayaan industri batu akik agar menjadi industri rumah tangga yang terfokus pengemasan, penjualan dan high promotion dengan sistem pemasaran di dunia.

Dari pameran tersebut kita bisa tahu memang setiap pameran penuh cerita dan berita yang luar biasa, nah bagaimana untuk pameran-pameran lainnya apakah punya cerita yang sama atau berbeda dalam kurung waktu demam batu akik yang belum di ketahui kapan akan berakhirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons