BATU DEKAT NISAN KUBURAN RAIB UNTUK DIJADIKAN BATU AKIK

Ada-ada saja tingkah laku manusia  untuk mencari keuntungan, mencuri pun bisa menjadi jalan pintas untuk memperkaya diri. Seperti pencurian batu hiasan di nisan salah satu makam Seniman Kenamaan Yogyakarta, Sap to Hudoyo. Hal ini diduga gara-gara demam batu akik yang melanda seperti sekarang ini. Apa yang merasuki otak pencuri tersebut sehingga batu hiasan dimakam pun dicuri.

Jamhari, 60, juru kunci Makam Seniman Imogiri mengaku terkejut ketika akan mulai membersihkan kompleks makam seluas 40 hektare ini pukul 05.30 WIB, pekan lalu. Karena tak seperti biasanya, batu hiasan yang berada di atas makam Sap to Hudoyo tak ada lagi di tempat semula. “Wong saya itu mau menyapu, lihat batunya sudah ada,” tuturnya, kemarin.

Dia tidak mengetahui apakah batu tersebut berharga apa tidak. Akan tetapi batu sebesar kepala bayi tersebut memang indah dilihat. Dilihat dari warna, sambung Jamhari, batu tersebut memiliki beragam warna. Mulai dari merah hati, hijau, hitam, ataupun putih. Permukaannya juga sangat halus layaknya batu keramik.

Hanya saja, dirinya tidak mengetahui apakah batu tersebut benar-benar batu atau cetakan. Dia menduga, orang yang mengambil batu tersebut adalah pencinta batu akik. Kemungkinan besar batu tersebut akan digunakan untuk membuat batu akik yang kini bernilai jual tinggi. Dia sendiri tidak bisa memastikan kapan batu tersebut diambil, apakah malam atau siang.

“Tepatnya saya tidak tahu. Kalau siang, sini ramai. Akan tetapi kalau malam, sepi sekali,” ucap pria asal Dusun Karangkulon, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul ini. Baginya, batu di atas makam tersebut tidak memiliki arti karena hanya sebuah hiasan. Batu dipasang sejak dua hari menjelang gempa bumi pada 2006 lalu oleh putra-putri almarhum Sap to Hudoyo dari istri Yani Hudoyo.

Jamhari mengakui kompleks makam 46 pasang suami istri dari seniman berbagai daerah ini tidak ada penjaga resminya. Sedangkan dirinya hanya tukang sapu yang melaksanakan tugas setiap hari pukul 05.30–12.00 WIB. Setelah itu makam tidak ada yang menunggui meskipun hampir sepanjang hari selalu dikunjungi masyarakat. “Pencurian ini sudah saya laporkan keBuYani (istri Sapto Hudoyo), tetapi beliau baru di Jakarta.

Kalau ke polisi itu tergantung dari keluarga bapak (Sapto Hudoyo),” ungkapnya. Sokidi, 43, warga Nogosari 1, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri yang sering berkunjung ke makam tersebut mengatakan, batu yang hilang memang batu akik. Nilai jualnya ke mung kinan besar tinggi. Sebab batu tersebut memiliki tekstur unik dan corak warna yang banyak dicari oleh para pemburu batu akik yang dikenalnya. “Itu batu akik. Kalau tidak, mana mungkin ada yang mengambilnya,” tandasnya.

Comments

Add a Comment
  1. Sadis batu di makam juga di gosok buat cincin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons