Batu Akik Red Rafllesia Bengkulu Siap Untuk Dipatenkan

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batu akik yang mampu menghipnotis para pecintanya. Salah satu batu akik yang cukup membuat masyarakat tergiur adalah batu akik Red Rafllesia asal Bengkulu. Batu akik asal Bengkulu, Red Rafllesia, akan segera dipatenkan oleh Junaidi Hamsyah, Gubernur Bengkulu. Hal ini dilakukan karena red rafflesia kerap memenangkan kontes batu akik Nusantara hingga menjadi incaran para pecinta akik, termasuk wisatawan mancanegara.

Red rafllesia memiliki warna khas layaknya bunga rafflesia, ada juga yang berwarna merah. Tingginya pengiriman batu akik jenis ini ke luar Bengkulu ditakutkan memberi kesempatan kepada pihak lain untuk lebih dahulu mematenkannya. karena itu kita harus bertindak cepat agat tidak keduluan, karena untuk memperoleh batu khas dan motif seperti ini sangatlah susah.

Tidak banyak orang yang memiliki batu seperti ini, kalaupun dicari di daerah lain pasti batunya juga berbeda. Ini khas Bengkulu jangan sampai diklaim oleh daerah lain. Kita apresiasi dengan mematenkan red raflessia,” kata Junaidi Hamsyah, Gubernur Bengkulu.

Ia pun menambahkan, mematenkan batu akik harus melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil). Gubernur juga menghimbau agar Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu lebih jeli dalam membaca peluang, terlebih dalam rangka menggeliatkan industri kecil melalui potensi lokal.

Menurut Junaidi, Batu akik tidak hanya dapat dijadikan batu cincin, manfaatnya akan lebih terasa apabila batu tersebut dirangkai menjadi sebuah tasbih dan lain – lain. Agar terkesan batu ini tidak hanya sebagai cincin tapi kita bisa mengembangkan menjadi bentuk lain dan lebih menarik di lihat. kreatif para pengrajin tradisional haruslah kita tingkatkan agar UKM bisa lebih berkembang dan lebih maju dari sekarang.

“Kita membuat terobosan baru, sebelumnya sudah ada kerajinan keris dari batu akik. Sepertinya tasbih batu akik belum ada di daerah lain, kita bisa buat ini di Bengkulu. Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan semestinya sudah mulai memikirkan hal-hal semacam itu, sehingga kita bisa menganggarkan mesin untuk membuat biji tasbih” ujar Junaidi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015