MIRAS DAN JUDI BERKURANG KARENA FENOMENA BATU AKIK

Maraknya judi dan minum-minuman keras apalagi dikenal dengan oplosan memang masih merajalela. Perbuatan negatif seperti itu masih saja di lakukan warga. Padahal sudah banyak contoh yang dapat mereka lihat ketika beberapa berita di televisi menyiarkan banyak orang yang tewas karena menenggak minuman keras oplosan. Selain itu lapak perjudian juga semakin ramai dan judi pun bisa dilakukan dengan sembunyi-sembunyi seperti toto gelap atau togel. Namun pada akhirnya polisi pun masih bisa mengendus bau-bau perjudian tersebut dan banyak juga dari mereka harus terkurung didalam gelap dan pengabnya sel penjara.

Namun baru-baru ini ketika demam batu akik melanda rupanya memberikan dampak positif. Hal itu terjadi disuatu Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara karena semenjak warga mengenal batu akik angka kriminal seperti perjudian dan miras menurun drastis.

“Selama masyarakat demam batu akik, tindak kriminal menurun di Kabupaten Nunukan ini,” kata Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory usai menghadiri pameran batu akik di Tanah Merah, Kabupaten Nunukan, Rabu 8 April 2015.

Batu akik yang banyak diserbu masyarakat setempat, menurut dia, sangat berdampak pada penurunan tindak kriminal. Pria-pria yang semula doyan mengonsumsi minuman keras (miras) dan judi sabung ayam, kini tidak melakukannya lagi. “Keberadaan batu akik ini sangat bermanfaat, karena masyarakat lebih terfokus mencari atau menggosok batu.Tidak lagi memikirkan kebiasaannya berjudi sabung ayam atau mengonsumsi miras,” ujar Christian.

Dia berharap efek dari demam batu akik ini memberikan sikap positif bagi masyarakat setempat tanpa melupakan keluarga. Sekaligus mengubah kebiasaan kehidupannya yang lebih baik. Sehubungan dengan maraknya perajian batu akik di Kabupaten Nunukan sekaligus untuk menertibkan, Polres Nunukan memotori pameran di Tanah Merah depan Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Lamijung Kelurahan Nunukan Utara Kabupaten Nunukan.

Pameran ini berlangsung pada 8-15 April 2015. Disediakan 15 tenda, sekaligus mengakomodir pula pedagang makanan dan minuman ringan.

Semoga dampak positif ini bisa dirasakan oleh masyarakat dari daerah-daerah lainnya. Seperti di Bangka Belitung yang sebelumnya telah mengabarkan bahwa semenjak adanya demam batu akik ini, kenakalan-kenakalan remaja di daerah tersebut juga berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons